Berakhir Tanpa Keputusan, Musdalub Hanura Sulsel Ricuh!

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jumat, 29 Okt 2021 17:37 WIB
Massa kader Partai Hanura menggelar aksi di depan kantor KPU RI. Mereka meminta Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) diloloskan sebagai caleg tetap Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Ilustrasi kader Hanura (dok detikcom)
Makassar -

Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Hanura Sulawesi Selatan (Sulsel) berakhir ricuh lantaran tidak ada keputusan yang diambil soal pemilihan ketua Hanura Sulsel. Disebutkan hampir seluruh DPC di Sulsel menolak pencalonan salah satu kandidat.

"Iya biasa dinamika toh, karena hampir semua DPC itu tolak itu calon Wahyudin," kata Ketua Bappilu Kota Makassar, Syahrul Maulana, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (29/10/2021).

Dia menyebut, alasan hampir seluruh DPC mempertanyakan syarat dukungan 30 persen yang diklaim dimiliki kandidat itu. Dia mengatakan calon ketua minimal mengantongi dukungan 30 persen atau 7 DPC dari 24 DPC yang ada.

"Dia tidak bisa memperlihatkan syarat dukungan 30 persen. Itu yang diminta DPC," tegas dia.

Setelah itu, mulailah beberapa anggota DPC mendesak naik ke atas ruang sidang. Steering committee Musdalub Hanura Sulsel, Arifuddin Mane, tidak ingin mengambil risiko dan segera menutup acara.

"Jadi serahkan ke DPP begitu intinya. Tidak ada bentrok fisik cuman hampir saja. Intinya soal syarat dukungan 30 persen," terangnya.

Terpisah, Wakil Ketua Umum Hanura Arwani Syaerozi menegaskan bahwa salah satu kandidat bernama Wahyudin telah mendapatkan rekomendasi dari DPP dan menyebut minggu ini bakal ada formatur yang disusun terkait pengurusan di Hanura Sulsel.

"Pokoknya minggu ini ada formatur, kemudian sudah ada kepengurusan baru definitif. Sekarang sudah definitif, plt sudah selesai. sudah ada definitif," kata Arwani saat dihubungi terpisah.

Dia menegaskan Musdalub Hanura ini terbuka sejak awal dan membuka ruang bagi pihak eksternal dan internal untuk mencalonkan diri. Namun setiap kandidat harus mengikuti tahapan dan batas waktu yang telah ditetapkan.

"Itu semua yang melakukan sampai batas yang ditentukan, hanya satu nama, itu kader kita sendiri anggota DPR D Sulsel Wahyudin, tidak ada calon lain yang mendaftar," tegasnya.

(fiq/jbr)