Indomaret Respons Kapolres Pasuruan soal Aduan Pungli Nyasar

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 29 Okt 2021 14:35 WIB
Pantauan Indomaret Parkir Gratis di Bekasi
Pantauan Indomaret 'Parkir Gratis' di Bekasi (Karin/detikcom)
Jakarta -

Aduan soal pungutan liar (pungli) parkir di Indomaret Bekasi nyasar ke Kapolres Pasuruan AKBP Arman. Arman pun mengaku sudah dihubungi pihak Indomaret setelah nomor pribadinya kebanjiran aduan warga.

"Indomaret sudah (merespons). Sudah telepon," kata Arman kepada detikcom, Jumat (29/10/2021).

Arman mengungkapkan pihak Indomaret secara langsung menyampaikan telah mencabut spanduk yang mencantumkan nomor pribadinya sebagai kontak Polres Metro Bekasi. Spanduk, kata dia, juga disampaikan akan diganti.

"Spanduknya sudah dicabut. Mungkin akan diganti," ujarnya.

Ramainya aduan yang datang ke Arman ini bermula dari spanduk parkir gratis Indomaret yang meminta konsumennya melapor ke polisi jika ada yang meminta uang parkir. Dalam spanduk itu, nomor Arman turut serta dicantumkan sebagai kontak Polres Metro Bekasi.

Alhasil, Arman pun kebanjiran aduan. Puluhan pesan elektronik masuk ke nomor ponsel pribadinya mengadukan aksi pungli dan premanisme di Bekasi, Jawa Barat. Padahal Arman kini menjabat Kapolres Pasuruan Kota. Arman sebelumnya memang menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi.

Masih Kebanjiran Aduan

Arman pun mengaku hingga kini masih ada warga yang mengadukan perihal pungli di minimarket kepadanya. Pesan demi pesan terus masuk ke nomor pribadinya sejak spanduk tersebut viral.

"Masih, sampai sekarang. Tadi malam ada, tadi pagi ada," kata Arman.

"Masih seputar pungli," lanjutnya.

Arman mengaku tak tahu mengapa warga masih mengadukan perihal tindakan pungli di Bekasi kepadanya. Dia menduga hal itu lantaran nomor pribadinya sudah terlanjur viral.

"Masih ada yang kontak, karena mungkin kan karena terlanjur viral di Twitter," ungkap dia.

detikcom sudah mengubungi Direktur PT Indomarco Prismatama (Indomaret Group), Wiwiek Yusuf via telepon dan WhatsApp. Namun, hingga berita ini dipublish Wiwiek belum merespons.

(mae/fjp)