Sudi Tuding Amien Sebar Fitnah

Sudi Tuding Amien Sebar Fitnah

- detikNews
Kamis, 20 Apr 2006 11:41 WIB
Denpasar - Seskab Sudi Silalahi menuding mantan Ketua MPR Amien Rais telah menyebarkan fitnah terkait isu pencekalannya bersama Wiranto dan Try Soetrisno ke Istana Negara. Presiden SBY dipastikan tidak pernah mencekal Amien cs masuk istana.Hal itu disampaikan Sudi menjelang pertemuan Presiden SBY dengan Eminen Person Group (EPG) ASEAN di Istana Tampak Siring, Gianyar, Bali, Kamis (20/4/2006)."Ketika kita laporkan hal tersebut ke presiden tadi pagi di Halim dengan kawan-kawan, itu presiden juga kaget. Subhanallah, beliau katakan nauzubillah Pak Amien kok fitnah, karena nggak ada kita tolak beliau masuk istana," kata Sudi.Jadi, imbuh Sudi, Presiden SBY benar-benar terkejut dengan isu tersebut. Sebab Presiden menganggap semua agenda penting, tidak ada yang tidak penting. "Semua agenda Pak Presiden itu penting," kata dia.Sebetulnya, ungkap Sudi, dalam pertemuan antara Try Soetrisno dengan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra Rabu pukul 21.00 WIB kemarin, telah dirancang rencana pertemuan dengan Presiden SBY. "Makanya kita kaget kalau ada statemen seolah-olah menolak Pak Amien masuk istana," kata Sudi.Sejumlah politisi sedianya akan bertemu Presiden SBY. Namun dengan alasan kesibukan, pertemuan pun batal. Mereka pun mengirimkan surat masukan ke presiden secara tertulis.Surat itu secara khusus ditandatangani oleh Try Sutrisno tertanggal 19 April 2006. Lampiran yang dikirim itu terdiri dari lima halaman yang isinya antara lain menyinggung mengenai persoalan Blok Cepu yang diserahkan ke ExxonMobil. Selain itu juga disebutkan perlunya amandemen UU Migas.Gerakan 20 MeiSementara itu mengenai gerakan kemandirian dan martabat masa depan bangsa yang akan digelar Amien Rais pada 20 Mei nanti, Sudi mengatakan, pemerintah tidak akan melarangnya."Kita tidak punya hak melarang bertemu. Kami tidak punya hak untuk melarang bertemu apalagi perkembangan demokrasi kita seperti begitu. Selama tidak melanggar hukum saya kira itu oke-oke saja," katanya. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads