PM Blair Tolak Invasi ke Iran

PM Blair Tolak Invasi ke Iran

- detikNews
Kamis, 20 Apr 2006 11:36 WIB
London - Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair menolak aksi militer terhadap Iran meskipun negara itu gagal memenuhi desakan internasional untuk menghentikan program nuklirnya. Sikap Blair ini berbeda dengan sekutu dekatnya, Presiden AS George W Bush. Meski pernah membantah adanya rencana serangan ke Iran, namun Bush juga menegaskan, opsi invasi ke Iran masih mungkin.Namun Blair mengesampingkan serangan militer ke Iran. "Tidak ada yang bicara soal invasi militer ke Iran atau aksi militer terhadap Iran," ujar Blair seperti diberitakan harian Inggris, Mirror, Kamis (20/4/2006).Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Jack Straw mengungkapkan keyakinannya bahwa Iran tidak akan mematuhi tuntutan PBB untuk menghentikan aktivitas pengayaan uranium. Dewan Keamanan PBB menetapkan tenggat waktu 30 hari bagi Iran untuk menghentikan proses pengayaan uranium. Namun Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengabaikan tuntutan tersebut.Lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB: Inggris, Prancis, Rusia, Cina dan AS mengadakan pertemuan dengan Jerman di Moskow, Rusia pada Rabu 19 April kemarin untuk membahas kemungkinan sanksi jika Iran tidak mematuhi desakan tersebut. Namun pertemuan tersebut gagal mencapai kesepakatan.Menlu Straw menegaskan, PBB tetap bertekad untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. "Kami bekerja atas dasar bahwa Iran tidak akan memenuhi proposal dari Dewan Keamanan dalam tenggat waktu 30 hari itu," kata Straw yang mengakui bahwa negosiasi dengan Iran merupakan masalah yag pelik."Tapi yang paling mungkin terjadi adalah bahwa masalah ini akan dikembalikan ke Dewan Keamanan dan di sana akan ada pembicaraan mengenai langkah selanjutnya yang akan diambil komunitas internasional," tandas Straw.Pemerintah AS dan Eropa menuding Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata nuklir lewat program nuklir yang dijalankannya. Namun Iran membantah tuduhan itu. Ditegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi bagi kepentingan sipil. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads