Round-Up

4 Fakta Tenggelamnya KM Liberty di Laut Bali

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 22:05 WIB
Barang yang ditemukan tim TNI AL saat mencari korban KM Liberty 1 di Laut Bali. (dok. Istimewa)
Barang yang ditemukan tim TNI AL saat mencari korban KM Liberty 1 di Laut Bali. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Dua hari sudah Kapal Motor (KM) Liberty 1 tenggelam di perairan utara Pulau Bali. Sebanyak 9 anak buah kapal (ABK) dinyatakan masih hilang sesaat kejadian.

KM Liberty 1 lepas sandar dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Jumat (22/10/2021), pukul 00.07 WIB. Tujuannya Kecamatan Reo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Namun, pada Sabtu (23/10), pukul 22.07 Wita, kapal yang berjenis kargo ini tenggelam karena dihantam badai di perairan utara Bali. Sebelum tenggelam, KM Liberty 1 sempat mengubah haluan dari timur menuju barat, sayangnya kapal dalam posisi miring.

Semua kru kapal kemudian loncat dan menyelamatkan diri menggunakan life jacket dan melepaskan 2 buah life raft ke laut.

Berikut ini 4 fakta tenggelamnya KM Liberty 1:

1. Sempat Manuver

Kepala Basarnas Bali Gede Darmada menuturkan sang kapten yang selamat memberikan kesaksian. Saat badai, jarak pandang minim.

"Setelah kami tanya kepada kapten yang kebetulan selamat memang kejadiannya begitu cepat, informasi malam sekitar pukul 23.00 Wita, otomatis visibility terbatas paling jarak pandang hanya sampai 2 dan 3 meter," kata Darmada di kantornya, Rabu (27/10/2021).

KM Liberty 1 sempat mengubah haluan dari timur menuju barat, sayangnya kapal dalam posisi miring. Seluruh kru kapal kemudian loncat dan menyelamatkan diri menggunakan life jacket dan melepaskan 2 buah liferaft ke laut.

"Jadi keputusan sebetulnya sudah bagus diambil coba manuver, hanya saja saat manuver itu mungkin ada gelombang samping sehingga kapal itu dihantam badai gelombang, sehingga semuanya berusaha menyelamatkan diri tanpa lagi memperhatikan pengantar sinyal bahayanya. Artinya ada kepanikan," jelas Darmada.

2. 9 Penumpang Hilang

KM Liberty 1 ditumpangi 15 anak buah kapal (ABK). Sebanyak 9 di antaranya hilang seturut kapal.

Mereka yang selamat, sesaat setelah kapal tenggelam. Mereka adalah Jacobus Wolonterry (nakhoda), David Makatita (masinis III), Arif Budi Ruhul L (juru mudi), Muhamad Jufri (juru mudi), Hanli Kiuk (juru minyak), Muhammad Ali (KKM) dan Rivaldy Refly (juru minyak)

"Pada hari Senin, (25/10/2021) pukul 12.20 Wita LCT Dipasena Dua rute Jakarta menuju Banete Sumba Barat menyelamatkan liferaft KM Liberty 1 dengan 6 orang POB pada koordinat 7°27.871'S-115°32.984' E. LCT Depasena Dua kemudian melakukan pencarian di sekitar liferaft yang ditemukan," jelas Darmada.

Mereka adalah hilang Dwi Harmianto (mualim I), Khoirul Hudha (mualim II), Rizki Adi Tama (masinis II), Jeri Jepri (juru mudi). Kemudian Sebastian Saga (juru minyak), Rivaldy Refly M (juru minyak), Matheis Maoni Teo (serang), Petrus Rumahlewang (opt crane), dan Hadiq Zain (koki).

Basarnas melakukan pencarian terhadap korban hilang.

Pencarian ABK KM Liberty 1 yang tenggelam di perairan BaliPencarian ABK KM Liberty 1 yang tenggelam di perairan Bali. (Dok. Basarnas Bali)