Serba-serbi Aksi Demonstrasi Tuntut Mundur Presiden Jokowi

ADVERTISEMENT

Round-Up

Serba-serbi Aksi Demonstrasi Tuntut Mundur Presiden Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 20:03 WIB
Demonstran bentangkan spanduk Jokowi Mundur.
Massa Aksi (Kadek Melda/detikcom)
Jakarta -

Berbagai kelompok melaksanakan aksi demonstrasi di dekat Istana Merdeka. Selain membawa spanduk Jokowi Mundur, ada beberapa hal yang terjadi saat aksi unjuk rasa tersebut.

Massa demonstran berkumpul di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jl Medan Merdeka Barat. Mereka tertahan di Patung Kuda, padahal rencananya berdemo di depan Istana Merdeka.

Beberapa elemen ikut aksi, antara lain KASBI, Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN), Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI), LBH Jakarta, YLBHI, SP-Perbankan, KPR, SEMPRO, LMND-DN, hingga GMNI-Presidium.

Polisi tutup Jl Medan Merdeka Barat karena ada demonstrasiPolisi menutup Jl Medan Merdeka Barat karena ada demonstrasi. (Kadek Melda/detikcom)

"Sekitar 1.000 dari Gebrak (Gerakan Buruh Bersama Rakyat). Kita koordinasi dengan mahasiswa. Ada sekitar 200 kalau yang dari BEM SI," kata Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi) Nining Elitos kepada detikcom, Kamis (28/10/2021).

Selain itu, BEM Universitas Indonesia (UI) bergabung dengan Gebrak di lokasi. Mahasiswa UI berkumpul terlebih dulu di kampus pukul 08.00 WIB.

Berikut ini serba-serbi aksi dari siang hingga sore hari tersebut.

Polri Siagakan 1.955 Personel

Ribuan personel gabungan dari TNI-Polri disiagakan menjelang aksi demo Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) di sekitar Istana Negara, Jakarta Pusat. Selain itu, kawat berduri disiagakan di sekitar lokasi.

"(Sebanyak) 1.955 personel gabungan TNI-Polri dan pemerintah provinsi (pemprov) dan kawat berduri," ucap Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Pusat AKP Sam Suharto kepada detikcom, Kamis (28/10).

Ada juga aparat yang menggunakan hazmat atau alat pelindung diri (APD). Mereka berjaga di depan barisan massa demo. Baju hazmat putih itu mencolok di antara penjagaan polisi dan TNI di lokasi. Diketahui, saat ini di Indonesia masih mengalami masa pandemi virus Corona (COVID-19). DKI Jakarta sendiri menerapkan PPKM level 2.

Simak juga video 'Massa Mahasiswa Geruduk Gedung DPRD Jabar, Soroti Kinerja Jokowi-Ma'ruf':

[Gambas:Video 20detik]



Jl Medan Merdeka Barat Ditutup

Berdasarkan pantauan pukul 11.05 WIB petugas menutup Jalan Medan Merdeka Barat. Kendaraan tidak bisa melintas menuju Istana negara dan sebaliknya.

Jalan ditutup dengan barier oranye dan dijaga sejumlah aparat TNI-Polri. Kendaraan hanya bisa melintas dari Jalan Budi Kemuliaan menuju Jalan Medan Merdeka Selatan.

Kawat berduri juga disiagakan. Sejumlah buruh mengenakan pakai merah mulai berdatangan ke lokasi.

Penutupan tak hanya di Jl Medan Merdeka Barat. Jalan-jalan di sekitar Istana negara seperti Kawasan Harmoni hingga Gambir pun ditutup.

Demonstran bentangkan spanduk Jokowi Mundur.Demonstran membentangkan spanduk Jokowi Mundur. (Kadek Melda/detikcom)

Bentangkan Spanduk Jokowi Mundur

Salah satu kelompok demonstran membentangkan spanduk Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mundur.

Pantauan di lokasi, Kamis (28/10/2021), spanduk tersebut dibawa oleh massa dari Aliansi Rakyat Menggugat. Di spanduk putih tersebut, tertulis 'Mosi Tidak Percaya kepada DPR RI dan Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Jokowi Mundur.'

Sepanduk tuntutan Jokowi Mundur tidak hanya satu, tapi ada spanduk lainnya yang meminta Jokowi Mundur. Spanduk tersebut bertulisan 'Cabut UU Ombudslaw atau Jokowi Mundur.'

Tak Bisa Demo di Depan Istana

Rencananya, massa dari sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi demo di depan Istana Merdeka. Namun polisi menyekat di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jl Medan Merdeka Barat.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan massa aksi hanya diizinkan menyampaikan aspirasi di kawasan sekitar Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda.

"Iya kita tahan di sini (patung kuda)," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan di lokasi, Kamis (28/10/2021).

Sambodo menuturkan Jalan Medan Merdeka Barat menuju Istana Negara dan sebaliknya ditutup. Massa aksi tidak dapat melanjutkan long march menuju Istana Negara.

"Kita sekat di depan gedung Sapta Pesona," tuturnya.

13 Tuntutan

Ada 13 tuntutan yang dibawa Gebrak. Dari cabut omnibus law hingga wujudkan demokrasi dan kebebasan berekspresi.

1) Cabut omnibus law dan seluruh PP turunannya PP no 34, no 36, dan no 37.

2) Tolak penghapusan upah sektoral, berlakukan kembali upah sektoral kaum buruh seperti semula, dan berlakukan kenaikan UMK 2022 sebesar 15%

3) Stop PHK sepihak, stop union busting! Berikan jaminan kepastian kerja dan kebebasan berserikat.

4) Stop kriminalisasi dan penangkapan aktivis, bebaskan seluruh aktivis gerakan rakyat yang ditangkap dan didiskriminasi.

5) Berikan persamaan hak dan perlindungan bagi pekerja rumah tangga (APRT) dan seluruh buruh migran, sahkan RUU PPRT.

6) Jamin dan lindungi kaum buruh di sektor industri: pariwisata, perhotelan, perkebunan, pertambangan, perikanan, kelautan, konstruksi, transportasi, driver online atau ojol.

7) Usut tuntas kasus korupsi BPJS TK dan korupsi bansos Pandemi COVID-19.

8) Tolak pemberangusan pegawai KPK, pekerjakan kembali 58 orang pegawai KPK seperti semula tanpa syarat.

9) Mendesak pemerintah menghentikan rencana liberalisasi agraria dan pembentukan Badan Bank Tanah, serta segera mengembalikan semangat reforma agraria berdasarkan cita-cita UUD 1945, TAP MPR XI/2001 tentang Pembaruan Agraria, dan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Undang-Undang Pokok Agraria 1960.

10) Laksanakan reforma agraria sejati sebagai jalan penyelesaian konflik agraria dan pemenuhan hak rakyat atas tanah.

11) Gratiskan biaya pendidikan di masa pandemi.

12) Stop kapitalisasi dan komersialisasi sistem pendidikan.

13) Wujudkan demokrasi dan kebebasan berekspresi seluruh kampus.

(aik/dwia)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT