Jokowi Dorong Kemitraan ASEAN-Rusia Cegah Rivalitas di Indo-Pasifik

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 19:47 WIB
Presiden Jokowi (Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden Jokowi (Foto: Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong kemitraan ASEAN-Rusia untuk mencegah dinamika di kawasan Indo-Pasifik yang mengarah pada perebutan pengaruh dan rivalitas yang semakin tajam. Jokowi meyakini ASEAN-Rusia memiliki kesamaan kepentingan dan aspirasi dalam melihat kawasan yang aman dan makmur.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-4 ASEAN-Rusia secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat sebagaimana dalam keterangan tertulis dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Kamis (28/10/2021). Jokowi ingin rivalitas yang semakin tajam itu dicegah.

"Ini harus kita cegah dan hindari, tidak ada di antara kita yang ingin melihat situasi ini terus berkepanjangan. Saya percaya, kemitraan strategis ASEAN-Rusia dapat mencegah tren ini," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, kemitraan ASEAN-Rusia menjadi penyangga stabilitas keamanan dan perdamaian.

"Yang lebih mengkhawatirkan bahkan mengarah pada arms race dan power projection. Jika tren ini dibiarkan, maka peluang terjadinya proxy sangat besar," ucap Jokowi.

Jokowi juga menilai komitmen dan dukungan Rusia terhadap sentralitas ASEAN dan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific tepat waktu. Oleh karena itu, Jokowi mengajak ASEAN-Rusia untuk mengimplementasikan kerja sama praktis dan konkret dalam sektor ekonomi, pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), maritim, dan konektivitas.

"ASEAN-Rusia harus terus menjadi positive force dan penyangga stabilitas, dan perdamaian di kawasan," lanjut Jokowi.

Kerja sama konkret itu, kata Jokowi, dapat menghilangkan budaya persaingan. Selain itu, sambung Jokowi, kerja sama tersebut akan menjadi kontribusi Rusia bagi perdamaian.

"Kerja sama konkret ini juga akan mempertebal strategic trust, dan menghilangkan trust deficit. Ini akan menjadi kontribusi besar Rusia dalam menjaga stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik," tutur Jokowi.

(knv/fjp)