Sidang Kasus Lahan DKI

Saksi Ungkap Sarana Jaya Tak Pernah Sebut Lokasi Lahan Saat Minta Anggaran

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 18:41 WIB
Sidang kasus dugaan korupsi lahan DKI (Zunita-detikcom)
Sidang kasus dugaan korupsi lahan DKI (Zunita/detikcom)

"BAP 14, terkait pencairan tahap 4 surat permohonan yang disampaikan pihak Sarana Jaya pada saat tahap keempat, di mana masing-masing nilainya Rp 1,1 triliun dan Rp 333 miliar, dan Rp 350 miliar. Dikarenakan kondisi APBD-P yang baru disahkan dan belum ada dokumen hasil kajian investasi yang disampaikan oleh BP BUMD kepada BPKD terkait alokasi anggaran sejumlah Rp 800 miliar tersebut maka saya menyurati kepala BPKD, PMD yang dicairkan Sarana jaya hanya bisa sejumlah Rp 353,750 miliar. Apa demikian?" tanya jaksa mengonfirmasi BAP.

"Rp 353 miliar itu kalau nggak salah sisa APBD-P murni yang bisa dicairkan. Jadi memang kalau nggak salah belum APBD-P, sudah mengajukan, namun dengan sisa yang ada hanya ada Rp 353 (miliar) sehingga kami bisa cairkan sepanjang masih ada anggarannya," ucap Lusiana.

Dalam kasus ini, Yoory didakwa memperkaya diri sendiri dan merugikan negara Rp 152 miliar. Jaksa menyebut Yoory melakukan korupsi terkait pengadaan tanah di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur.

Yoory Corneles didakwa dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.


(zap/haf)