Jokowi Minta Magang-Penelitian di Perusahaan Kesehatan India Diperluas

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 16:29 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta program magang dan penelitian di perusahaan bidang kesehatan di India dibuka lebar. Jokowi juga memandang program 1.000 PhD yang dicanangkan oleh India dapat diprioritaskan pada bidang bioscience dan biotechnology.

"Fasilitasi magang dan penelitian pada perusahaan bidang kesehatan di India agar dibuka seluas-luasnya bagi negara ASEAN," kata Jokowi saat berpidato pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 ASEAN-India secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor sebagaimana dalam keterangan tertulis, Kamis (28/10/2021).

Jokowi mengatakan kerja sama dalam bidang sumber daya manusia (SDM) kesehatan perlu dilakukan. Terlebih hingga Juli 2021, India tercatat memiliki perguruan tinggi dengan jurusan kedokteran yang cukup banyak.

"Dengan pengalaman dan keunggulan SDM yang dimiliki, India dapat mendukung peningkatan kapasitas SDM negara ASEAN di bidang kesehatan," ujar Jokowi.

Jokowi menekankan soal pentingnya kerja sama kesehatan antara ASEAN dan India dalam menghadapi pandemi. Jokowi mengatakan India memiliki kapasitas besar di bidang farmasi.

"Tidak saja dalam mengatasi pandemi COVID-19, namun juga untuk mempersiapkan diri kita menghadapi pandemi-pandemi yang akan datang," kata Jokowi.

Untuk diketahui, India merupakan produsen vaksin terbesar di dunia dan produk farmasi tersebar ketiga di dunia. Hal tersebut disebut dapat menjadi modal besar untuk memperkuat kerja sama industri farmasi antara ASEAN dan India.

Sejumlah tindakan yang dapat dilakukan antara lain diversifikasi lokasi produksi kebutuhan medis, peningkatan produksi obat dan vaksin, kerja sama riset dan pengembangan vaksin dengan teknologi terkini, dan membangun jaringan serta menjadi bagian dari pusat distribusi regional industri farmasi.

"Di tingkat global, dukungan TRIPS Waiver di WTO harus dilakukan. Ini penting memfasilitasi akses teknologi terkini obat-obatan maupun vaksin," jelas Jokowi.

(knv/fjp)