detikcom Do Your Magic

detikcom Do Your Magic: Pembersihan Waduk Pluit Ditarget Selesai Sepekan

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 15:55 WIB
Ekskavator keruk sampah Waduk Pluit, 28 Oktober 2021, siang. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Ekskavator keruk sampah Waduk Pluit, 28 Oktober 2021, siang. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Jakarta -

Waduk Pluit kini dibersihkan dari sampah dan eceng gondok. Waduk Pluit ditargetkan bersih sekitar tujuh hari lagi.

"Pembersihan ditargetkan sepekan," kata Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yogi Ikhwan kepada detikcom, Kamis (28/10/2021).

Kondisi waduk di Kecamatan Penjaringan tersebut sudah ditangani oleh Tim Unit Pengelola Kebersihan (UPK) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup selama sepekan terakhir. Namun pembersihan waduk seluas 80 hektare ini memang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

"Memang cukup membutuhkan waktu untuk menyisir sampah dan eceng hingga bersih dengan kondisi Waduk Pluit yang surut dan berlumpur," kata Yogi Ikhwan.

Ada 50 personel UPK Badan Air Dinas LH Kecamatan Penjaringan yang membersihkan Waduk Pluit. Mereka menyisir dan menggiring sampah menggunakan kubus apung hingga alat berat. Ada alat untuk menyingkirkan sampah berupa 4 unit drager phonton, 1 unit ekskavator amfibi, dan 2 unit kapal berky.

"Perlu diketahui bahwa, penanganan sampah di Waduk tersebut dilakukan rutin setiap harinya oleh Tim UPK Badan Air Kecamatan Penjaringan," kata Yogi Ikhwan.

Sampah di Waduk Pluit Selatan DibersihkanSampah di Waduk Pluit Selatan Dibersihkan (Dok. Dinas LH DKI Jakarta)

Berdasarkan pantauan detikcom dari Jl Waduk Pluit Selatan, Penjaringan, Jakarta Utara, siang tadi, para pasukan oranye langsung bekerja, termasuk mengoperasikan ekskavator untuk mengangkut sampah dari waduk.

Sampah di Waduk Pluit Selatan DibersihkanSampah di Waduk Pluit Selatan Dibersihkan (Dok. Dinas LH DKI Jakarta)

Warga setempat berharap waduk ini bersih. Aminah Dwi, salah satu pedagang kaki lima di sana, mengatakan tumpukan eceng gondok dan sampah liar tersebut sudah lama ada.

"Ya kita meminta agar sampah dan tanaman liar itu segera dibersihkan, agar tidak menimbulkan kesan yang buruk," kata pedagang kaki lima bernama Aminah Dwi, Rabu (27/10) kemarin.

(dnu/tor)