Ada PANDAWA, Pemuda Ini Urus Kepesertaan JKN-KIS Tanpa Tatap Muka

Erika Dyah - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 15:33 WIB
BPJS Kesehatan
Foto: Dok. BPJS Kesehatan
Jakarta -

BPJS Kesehatan menjawab tantangan pelayanan kepesertaan JKN-KIS di masa pandemi dengan teknologi, melalui pelayanan administrasi lewat pesan singkat WhatsApp yang diberi nama PANDAWA. Layanan ini telah dirasakan manfaatnya, salah satunya oleh Zikri Alhalawi, pemuda asal Kabupaten Sintang.

Sebagaimana diketahui, pandemi COVID-19 membuat pemerintah mengimbau penerapan protokol kesehatan guna meminimalisir penularan virus di masyarakat. Mulai dari menghindari kerumunan, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas. Hal ini dilakukan guna menghindari penularan virus dari droplet atau percikan air liur.

Tuntutan kepatuhan akan protokol kesehatan ini juga berdampak pada pelayanan administratif dan lainnya di kantor pemerintahan maupun swasta, termasuk pelayanan kepesertaan JKN-KIS di BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, BPJS Kesehatan memanfaatkan teknologi lewat PANDAWA agar layanan kepada penerima manfaat JKN-KIS tetap optimal, sekaligus membantu pemerintah meminimalisir penularan virus COVID-19.

Melalui PANDAWA, masyarakat dapat mengakses nomor WhatsApp yang telah disediakan BPJS Kesehatan untuk mengurus kepesertaannya tanpa harus berkunjung ke kantor BPJS Kesehatan. Hal ini juga yang dilakukan Zikri untuk melakukan reaktivasi JKN-KIS miliknya.

"Iya kemarin saya pakai PANDAWA. Kemarin saya buat untuk mengaktifkan kembali JKN-KIS saya yang sudah mati," kata Zikri dalam keterangan tertulis, Kamis (28/10/2021).

Zikri menjelaskan ia merupakan peserta tanggungan orang tua yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Adapun ketentuan kepesertaan ini menyebutkan, jika sudah berusia lebih dari 21 tahun, ia tidak lagi menjadi tanggungan orang tua. Namun, ada pengecualian jika dia masih melanjutkan kuliah, yaitu bisa diperpanjang hingga usia 25 tahun.

"Saya anak PNS jadi usia di atas 21 tahun, otomatis tidak diperpanjang. Kalau masih melanjutkan studi S2 dan sudah di atas 21 tahun, wajib memperpanjang dengan membawa lampiran keterangan aktif sebagai mahasiswa," jelasnya.

Zikri mengaku kalau sebelumnya ia tidak mengetahui bahwa urusan kepesertaan BPJS Kesehatan ini bisa dilakukan dengan menggunakan WhatsApp. Karena hal tersebut, ia datang ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Sintang dan lantas disarankan oleh staf di kantor tersebut untuk mencoba mengurusnya melalui PANDAWA tanpa perlu tatap muka.

"Kemarin saya sempat datang ke Kantor BPJS Kesehatan yang di Jalan Oevang Oeray. Kemudian disarankan kalau mau pendaftaran ulang, lewat PANDAWA saja. Katanya sudah bisa lewat online sekarang," ucapnya.

Zikri menerangkan perbandingan antar mengurus kepesertaan dengan datang langsung atau melalui WhatsApp. Menurutnya, layanan berbasis teknologi yang ada di PANDAWA sangat cocok dengan milenial yang paham teknologi seperti dirinya.

Terlebih lagi, di masa pandemi dengan imbauan pembatasan tatap muka, ia mengatakan hal ini menjamin keamanan dari potensi terpapar COVID-19 saat mengurus kepesertaan BPJS Kesehatan.

"Sebenarnya menurut saya keduanya sama bagusnya. Tapi untuk kita yang milenial ini enak karena tinggal dari HP saja. Asalkan file-file lampiran yang diminta sudah disiapkan. Tapi kalau kita sibuk atau lagi di luar kota dan tak bisa datang langsung ke Kantor BPJS Kesehatan, Alhamdulillah ini udah terbantu banget," paparnya.

Ia menambahkan respons dari PANDAWA juga dirasa cukup baik. Meski disediakan waktu 30 menit per orang untuk mengurus kepesertaan JKN-KIS di PANDAWA, ia menilai bahwa layanan akan lebih mudah dan cepat jika dokumen pendukung disiapkan dengan baik.

"BPJS Kesehatan sendiri saat kita berurusan lewat WA sudah baik. Tapi memang sebelumnya harus prepare diri sendiri juga sih dengan hal-hal lain seperti file-file pendukung yang dibutuhkan. Karena PANDAWA punya batas waktu pelayanan. Kalau ndak salah itu 30 menit. Jadi kalau lama, kita harus ulang dari awal lagi," pungkasnya.

(akn/ega)