Di Depan PKS Muda, Anies Bicara Fenomena Aneh di Dunia Politik

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 15:09 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meletakkan batu pertama untuk pembangunan Masjid At-Tabayyun Jakbar. Anies dan jemaah kemudiaan melaksanakan salat Jumat.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbicara soal empat tujuan bernegara. Anies mengatakan empat tujuan bernegara itu harus dipahami.

Hal itu disampaikan Anies saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran PKS Muda Institute, sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda, Kamis (28/10/2021). Anies awalnya menyatakan tentang pentingnya pengembangan kapasitas atas intelektual dalam berorganisasi.

"Sehingga ketika berinteraksi dengan problem, maka punya frame work, punya kapasitas untuk melakukan analisa, melakukan pembedahan, kemudian menurunkan dalam bentuk langkah, solusi. Karena aktif dalam politik bukan semata-mata bicara soal berada dalam pemegang kekuasaan, tapi aktif dalam politik artinya bawa misi," ujar Anies.

Anies menilai misi bernegara adalah menjalankan perintah konstitusi dengan empat tujuan, yaitu memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melindungi setiap tumpah darah, dan terlibat aktif di skala global.

"Jadi 4 tujuan bernegara, 4 janji kemerdekaan itu harus dipahami dan kemudian dimiliki kapasitas intelektual yang cukup untuk bisa menerjemahkan itu dalam bentuk kebijakan, usulan langkah, sehingga berpolitik adalah juga membawa misi teknokratif, misi kebijakan," jelasnya.

Anies kemudian berbicara soal integritas. Dia menyinggung masih ada tantangan besar di Indonesia.

"Tantangan cukup besar dan Indonesia hari ini kita masih berada di dalam fase di mana demokrasi, kemudian pengambilan-pengambilan keputusan masih amat erat, amat dekat dengan potensi governance yang belum sempurna. Karena itulah, integritas itu menjadi penting untuk kita, satu sisi membangun memperbaiki sistem governance, tapi di sisi lain integritas pribadi dijaga dan itu dimulai ketika masih belia di mana secara serius dijaga, sehingga kompetensinya meningkat, integritasnya kuat, dan faktor berikut kedekatan dengan problem masyarakat," ujar eks Mendikbud itu.

Anies lantas menceritakan pengalaman pribadinya saat bertemu dengan mahasiswa. Anies pernah menjabat rektor Universitas Paramadina pada periode 2007-2015.

Kala itu Anies bertanya kepada mahasiswanya soal rencana setelah lulus dari universitas. Mahasiswa itu ditanya soal minat masuk ke kancah politik.

"Saya tanya, sudah semester berapa, mau lulus kapan, kalau sudah lulus mau kemana, ambil apa. 'Saya mau bisnis pak'. Saya tanya balik, 'nggak minat masuk politik? Wajahnya berubah. 'Nggak, Pak'. 'Kenapa nggak mau?'. 'Wah politik itu kotor, Pak'.. 'Saya jawab balik, bisnis bersih nggak?'. Dia bengong juga," tutur Anies.

Anies kemudian menilai tak tepat satu sektor dinyatakan paling kotor sehingga, dalam sektor mana pun, kata Anies, yang terpenting adalah soal integritas.

"Saya bilang, bersih atau kotor itu bukan sektor. Jadi di sektor mana pun bawa integritas. saya bilang ini adalah satu persepsi yang muncul kuat, membuat kita sering kali membuat orang enggan masuk politik, kalau enggan lalu siapa yang akan berada di politik?" jelas Anies.

Setelahnya Anies bicara soal fenomena aneh di dunia politik. Menurutnya keanehan itu saat orang tak bermasalah masuk politik tapi malah dipermasalahkan.

"Kita ini sering ketemu fenomena aneh. Kalau orang bermasalah masuk politik, tidak bermasalah, tidak dipermasalahkan, kalau orang tidak bermasalah masuk politik, malah dipermasalahkan. Kapan kita akan punya pasokan orang baik dalam wilayah politik?" jelas Anies.

"Sekarang era pencalegan. Orang yang dicalegkan banyak yang tanya kenapa mau dicalegkan, lho kalau orang tak bermasalah punya idealisme, kapasitas intelektual, mau jadi caleg kita bersyukur dong, kalau ada yang mau masuk politik. Justru kalau orang bermasalah masuk politik harus dipermasalahkan. Nah hal kecil seperti ini harus ada ikhtiar serius untuk diputarbalikkan bahwa sektor manapun ada pilihan bersih, pilihan tidak bersih, baik bisnis maupun politik, itu pilihan yang bisa diambil," kata Anies.

Simak juga 'ANIES Deklarasikan Anies Baswedan Jadi Capres 2024':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/tor)