Guru di Yahukimo Diberi Rumah

Guru di Yahukimo Diberi Rumah

- detikNews
Kamis, 20 Apr 2006 09:29 WIB
Jakarta - Kesejahteraan guru akan terus diupayakan. Salah satunya bagi guru di daerah Yahukimo, Papua. Karena itu, maka pemerintah berupaya mengintensifkan upaya itu dengan membangun rumah bagi pahlawan tanpa tanda jasa itu. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan Nasional (Sekjen Depdiknas) Dodi Nandika pada detikcom, Kamis (20/4/2006). Menurut Dodi, pembangunan rumah sederhana yang direncanakan dimulai tahun ini untuk para guru di Yahukimo itu relatif murah, karena bahan baku kayu mudah didapat di sana. "Kita bisa bangun rumah dengan biaya di bawah Rp 20 juta," imbuh Dodi. Ketika ditanya mengenai berapa jumlah dana yang disiapkan Depdiknas untuk membangun rumah guru ini, Dodi mengaku kurang mengetahuinya. "Saya lupa jumlah total dananya," katanya.Dodi juga mengatakan hingga saat ini Depdiknas telah selesai mendata anak yang masih memerlukan pendidikan dasar, masyarakat putus sekolah, dan kondisi sekolah. Dengan demikian dalam waktu dekat akan diketahui berapa areal kelas yang perlu ditambah untuk tiap sekolah. Untuk hitungan kasar, setidaknya diperlukan dana Rp 65 juta untuk memperbaiki tiap sekolahan. Tempat-tempat pendidikan life skills bagi masyarakat yang sudah berusia melebihi usia pendidikan dasar juga akan dibangun. Sementara itu Sekretaris Menko Kesra, Soetedjo Yuwono mengatakan para guru di Yahukimo akan mendapat berbagai tunjangan tiap bulannya. Yakni tunjangan sebesar Rp 1 juta akan diberikan untuk tunjangan hidup. Rp 1 juta lagi akan diberikan untuk tunjangan transportasi. Setiap bulannya mereka akan tetap mendapatkan gaji mereka yang senilai Rp 750 ribu. "Dana untuk tunjangan ini dari Depdiknas dan pembayarannya melalui Pemda," ujar Soetedjo. Soetedjo menambahkan, sekarang ini di Yahukimo ada 17 sekolah dasar (SD). Rencananya tiap SD akan merekrut 3 guru kontrak sebagai guru tambahan. Sebagai catatan, guru tambahan itu adalah masyarakat lokal. Hingga saat ini tercatat ada 139 guru di Yahukimo. Sementara untuk bidang kesehatan, dikatakan Sutedjo, sejak Desember 2005 hingga April 2006 telah diperoleh hasil positif dari pengiriman tenaga dokter. Yakni peningkatan derajat kesehatan bagi warga Yahukimo dan sekitarnya, yakni sebanyak 84.756 jiwa. Sedangkan jumlah kasus penyakit yang telah ditangani adalah sebanyak 1.184 kasus. Kasus yang paling banyak ditemukan adalah penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), yakni sebanyak 319 kasus. (ddn/)



Berita Terkait