Massa Buruh Long March ke Istana, Lalin Jl Medan Merdeka Selatan Macet

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 12:03 WIB
Massa Buruh Long March ke Istana, Lalin Jalan Merdeka Selatan Macet
Massa buruh melakukan long march ke Istana, lalin Jalan Merdeka Selatan macet. (Rakha/detikcom)
Jakarta -

Massa aksi dari Gerakan Buruh Bersama (Gebrak) mulai melakukan long march menuju Istana Negara, Jakarta Pusat. Arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Selatan terpantau macet.

Pantauan detikcom di lokasi, tepatnya di Jl Medan Merdeka Selatan, pukul 11.30 WIB, Kamis (28/10/2021) massa aksi mulai long march dari arah lapangan parkir IRTI Monas, lalu memutar di samping Stasiun Gambir dan lanjut menuju arah Istana Negara. Mereka tampak berkerumun sambil membawa spanduk dan bendera.

Tampak di lokasi ada empat mobil komando. Massa terlihat berjalan rapi di belakang mobil komando.

Arus lalu lintas di Jl Medan Merdeka Selatan saat ini terpantau macet. Tampak pengemudi harus memperlambat laju kendaraannya.

Saat ini pukul 11.46 WIB, massa terpantau berhenti sejenak sambil menunggu massa aksi lain untuk lanjut long march menuju arah Istana Negara. Tampak sejumlah petugas kepolisian berjaga di sekitar lokasi mencegah agar massa tidak mengambil jalur terlalu kanan sehingga mengganggu lalu lintas.

Massa Buruh Long March ke Istana, Lalin Jalan Merdeka Selatan MacetMassa buruh melakukan long march menuju Istana. (Rakha/detikcom)

Seperti diketahui, elemen buruh dan mahasiswa dari BEM Universitas Indonesia (UI) akan menggelar aksi unjuk rasa hari ini. Setidaknya ada 1.000 massa buruh dan 200 massa BEM SI yang turun di aksi demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, yang jatuh pada hari ini.

"Sekitar 1.000 dari Gebrak (Gerakan Buruh Bersama Rakyat). Kita koordinasi dengan mahasiswa. Ada sekitar 200 kalau yang dari BEM SI," kata Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi) Nining Elitos kepada detikcom, Kamis (28/10/2021).

Di sisi lain, ribuan personel gabungan dari TNI-Polri disiagakan menjelang aksi demo Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) di sekitar Istana Negara, Jakarta Pusat. Selain itu, kawat berduri disiagakan di sekitar lokasi.

Nining mengatakan ada sejumlah tuntutan yang diusung dalam unjuk rasa itu. Pertama, tuntutan mencabut UU Nomor 11 Tahun 2019 tentang Cipta Kerja dan berbagai aturan turunannya.

Gebrak juga mendesak penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK), setop kriminalisasi dan penangkapan aktivis, serta menjamin persamaan hak dan perlindungan bagi pekerja rumah tangga dan buruh migran.

Mereka juga menuntut jaminan perlindungan bagi buruh di berbagai sektor, pengusutan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan, pengembalian 58 orang pegawai KPK, penghentian pembungkaman dan represivitas terhadap gerakan rakyat.

"(Sebanyak) 1.955 personel gabungan TNI-Polri dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan kawat berduri," ucap Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Pusat AKP Sam Suharto kepada detikcom, Kamis (28/10/2021).

(rak/knv)