Sebelum Holywings Ditutup Walkot Semarang Ngaku Sudah Beri Imbauan

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 21:47 WIB
Satpol PP Kota Semarang menutup sementara dua restoran atau kafe yakni Holywings dan Marabunta di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah.
Foto: Angling Adhitya Purbaya
Jakarta -

Polrestabes Semarang menyegel kafe Hollywings di kawasan Kota Lama Semarang. Hal itu lantaran kafe tersebut kedapatan melanggar aturan PPKM Level 1 tentang waktu operasional restoran dan kafe, karena beroperasi melewati jam 24.00.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengungkapkan, sebelum adanya penindakan tersebut, dirinya bersama jajaran Forkopimda telah berupaya mengedukasi para pelaku usaha mengenai aturan PPKM Level 1.

"Hari Senin sekitar pukul 11.00 sebenarnya kami dari Forkopimda Kota Semarang telah mengumpulkan pada pelaku usaha untuk tertib dalam menjalankan usaha sesuai aturan PPKM Level 1," kata Wali Kota yang akrab disapa Hendi, dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu (27/10/2021).

"Untuk itu selanjutnya agar tidak terjadi kasus serupa, saya meminta kepada seluruh pihak untuk mendukung penerapan PPKM Level 1 di Kota Semarang dengan tidak melanggar aturan yang telah ditentukan. Hal ini penting untuk keamanan, kesehatan, serta kenyamanan kita bersama, agar kondisi Kota Semarang dapat semakin baik dari hari ke hari," imbau Hendi.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar menegaskan seluruh pelaku usaha di Kota Semarang saat ini wajib berpedoman pada Instruksi Wali Kota tentang PPKM level 1 dalam melakukan kegiatan usahanya. Pengusaha yang melanggar aturan bakal ditindak tegas.

"Tadi malam satu tempat kita segel dan beberapa orang kita mintai keterangan karena membandel," jelas Irwan.

"Ini penting, karena dari hasil evaluasi Menko Marinvest, di Kota Semarang masih ditemukan ada beberapa tempat hiburan yang melebihi jam operasional," sambungnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Sardo Lumbantoruan menjelaskan, penyegelan pada kafe tersebut dilakukan hingga proses olah TKP dan penyidikan awal dianggap cukup.

"Penyegelan tersebut menjadi bagian dari komitmen kami dalam menegakkan prokes. Aturan Wali Kotanya kan ada, dan Kami tegas untuk penanganan COVID ini," tegas Donny.

Selain menyegel kafe, Satreskrim Polrestabes Semarang juga memeriksa sejumlah orang yang terlibat dalam pelanggaran tersebut, di antaranya SJ, AA, DRA, SBN, dan WK selaku manajemen Kafe Marabunta. Selain itu pemeriksaan juga dilakukan kepada MA, ODP, MW, dan FD selaku pengunjung kafe, serta AD dan SYA selaku pemain musik pada kafe tersebut.

(prf/ega)