detikcom Do Your Magic

Akankah Pemprov DKI Perbaiki Taman Waduk Pluit Warisan Jokowi-Ahok?

Danu Damarjati, Marteen Ronaldo Pakpahan - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 17:05 WIB
Pasukan hijau Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI membersihkan Waduk Pluit, 27 Oktober 2021. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Taman Kota Waduk Pluit, 27 Oktober 2021. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Jakarta -

Taman Waduk Pluit yang dibangun pada era Gubernur Jokowi dan Wakil Gubernur Basuki T Purnama (Ahok) pada 2013 kini rusak. Akankah Pemprov DKI Jakarta, yang kini dipimpin Gubernur Anies Baswedan, memperbaiki taman Waduk Pluit?

Pantauan detikcom di lokasi, Taman Kota Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (27/10/2021), bagian-bagian taman sudah mulai menunjukkan tanda-tanda harus diperbaiki, atau lebih tepatnya diganti.

Tempat sampah sudah rusak, lintasan pejalan kaki yang terbuat dari papan kayu sudah ada yang terlepas, alat-alat fitness sudah tidak lagi prima dan berkarat, hingga bangku taman sudah lapuk. Pagi tadi, pasukan hijau dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI membersihkan taman ini dari sampah.

Di lokasi, Sekretaris Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Romy Sidharta, memberikan harapan soal perbaikan taman ini.

"Nanti juga kemungkinan akan kita tambah prasarana yang ada di sini untuk dapat mempercantik keberadaan taman kota Waduk Pluit," kata Romy.

detikcom mencoba mencari tahu juga kepastian perbaikan taman Waduk Pluit ini dengan bertanya ke Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Suzi Marsitawati. Awalnya, dia menyatakan Waduk Pluit ini dibangun oleh PT Jakarta Propertindo (JakPro), sedangkan Dinas Pertamanan hanya membantu membersihkan lokasi saja.

Kondisi Taman Waduk Pluit, Jakarta Utara, 27 Oktober 2021, 12.00 WIB. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)Kondisi Taman Waduk Pluit, Jakarta Utara, 27 Oktober 2021, 12.00 WIB. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)

detikcom meminta penjelasan JakPro lewat Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Nadia Diposanjoyo. Dia menjelaskan pengelolaan taman Waduk Pluit sudah dikembalikan oleh JakPro ke Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI sejak Juni 2020. Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI kemudian menjelaskan.

"KIB A yang diserahkan, hanya tanah (lahan dari Waduk Pluit). KIB C-nya belum," kata Suzi.

KIB A yang disebut Suzi adalah Kartu Inventaris A untuk tanah, sedangkan KIB C adalah Kartu Inventaris C untuk bangunan.

"Pada saat diserahkan, barang sudah rusak dan tidak terawat," kata Suzi.

Terlepas dari status pengelolaan Taman Waduk Pluit, tentu ruang terbuka hijau perlu dalam keadaan baik. Adakah harapan perbaikan taman Waduk Pluit?

"Perlu proses karena untuk tahun 2021 tidak dianggarkan," kata Suzi.

Kondisi Taman Waduk Pluit, Jakarta Utara, 27 Oktober 2021, 12.00 WIB. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)Kondisi Taman Waduk Pluit, Jakarta Utara, 27 Oktober 2021, 12.00 WIB. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)

Soal kemungkinan perbaikan taman itu, bisa saja kegiatan itu terealisasi asalkan ada anggaran. Namun tidak ada anggaran perbaikan taman untuk 2021. Barangkali ada anggaran perawatan taman?

"Tidak ada," kata Suzi.

Simak juga '10 Catatan Merah Anies Baswedan dari LBH Jakarta':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dnu)