IPW Apresiasi Polisi Tuntaskan Penyidikan Pencucian Uang Rp 14,8 Mafia Sabu

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 16:13 WIB
Sejumlah aset seperti mobil, uang tunai, sertifikat tanah hingga logam mulia disita dari mafia sabu internasional oleh penyidik Satres Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok.
Penampakan barang bukti pencucian uang mafia sabu. (Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Priok)
Jakarta -

Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi pengusutan dugaan pencucian uang mafia sabu jaringan internasional oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok. IPW berharap polres lainnya dapat melakukan hal serupa.

"Narkoba, korupsi, perdagangan orang itu pasti dia akan dicari TPPU-nya. Jadi pengungkapan ini bagus. Kita dorong dengan pengungkapan ini supaya lebih gencar lagi mengungkap kasus-kasus narkoba hingga tuntas," kata Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso kepada wartawan, Rabu (27/10/2021).

Sugeng menyebut dugaan pencucian uang pada tiap kasus narkoba perlu dituntaskan dan hasil penyidikannya harus disampaikan dengan transparan ke publik. Sugeng menyinggung kasus-kasus narkoba yang tak transparan dan justru membuat aparat berperilaku menyimpang.

"Polres lain harusnya bisa juga. Saya minta juga pengungkapan TPPU ini lebih digencarkan karena narkoba sudah sangat merusak, bahkan mempengaruhi anggota Polri bukan hanya sebagai pemakai, tapi juga terlibat dalam pengedaran," ujar Sugeng.

"Jangan ada main mata antara polisi dengan bandar narkoba. Jangan sampai ada barang yang disita kemudian digelapkan. Saya berharap polres setingkat lainnya bisa mengungkap kasus narkoba dengan transparan, publikasikan lewat media sampai perkembangan proses TPPU-nya," sambung dia.

Untuk diketahui, polisi menuntaskan pengusutan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) mafia sabu internasional dan menyita aset mereka senilai Rp 14,8 miliar. Kejaksaan Negeri Jakarta Utara (Jakut) telah menyatakan berkas perkara lengkap atau P-21.

"Alhamdulillah penyidikan kasusnya telah kami tuntaskan sampai ke ranah pencucian uang, dan berkas sudah dinyatakan P21 oleh jaksa," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis dalam keterangan tertulis, Selasa (26/10).

Putu mengatakan berkas dinyatakan lengkap oleh jaksa pada pekan lalu, Selasa (19/10). Dan tiga hari kemudian, Jumat (22/10), penyidik Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok menyerahkan para tersangka serta barang bukti yang disita.

"Dalam kasus ini, ada 10 tersangka dan barang bukti yang berhasil kami sita terkait pencucian uang, kalau dikonversikan ke rupiah mencapai Rp 14,8 miliar," jelas Putu.

Sebelumnya diberitakan, Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengembangkan kasus penyelundupan 2 kilogram narkoba jenis sabu yang dikendalikan jaringan internasional. Pengembangan penyidikan yang dimaksud adalah menyasar unsur TPPU dari bisnis narkoba tersebut.

Sejumlah aset seperti mobil, uang tunai, sertifikat tanah hingga logam mulia disita dari mafia sabu internasional oleh penyidik Satres Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok.Sejumlah aset seperti mobil, uang tunai, sertifikat tanah, hingga logam mulia disita dari mafia sabu internasional oleh penyidik Satres Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok. (Dok. Polres Pelabuhan Tanjung Priok)

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.