Aksi Mata-mata Luhut Berujung Penutupan Holywings dan Marabunta

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 14:05 WIB
Jakarta -

Holywings dan Marabunta di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah ditutup sementara karena melanggar aturan PPKM level 1. Penutupan dua tempat makan itu tak lepas dari aksi 'mata-mata' yang disebar oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut sempat mengungkapkan, disiplin penerapan protokol kesehatan di berbagai sektor semakin berkurang belakangan ini. Hal itu, kata Luhut, berdasarkan pengawasan yang dilakukan oleh tim yang diterjunkan pemerintah.

"Di berbagai sektor, terutama seiring disiplin masyarakat yang semakin berkurang terhadap pandemi COVID-19. Karena kami kirim tim juga," kata Luhut dalam konferensi pers, Senin (25/10/2021).

Luhut mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan tim, banyak klub malam di sejumlah daerah yang masih melanggar ketentuan jam operasional.

"Lihat misalnya ada klub malam, misalnya di daerah Semarang atau di daerah tempat lain, itu buka sampai jam 2 pagi. Seperti ini kan berbahaya sekali," ungkapnya.

Luhut pun mewanti-wanti, pelanggaran protokol kesehatan sangat berbahaya. Dia mengingatkan, keberhasilan untuk menahan gempuran gelombang baru virus Corona tergantung pada pengendalian kasus COVID-19.

"Saya ingin mengingatkan bahwa kita dapat menahan gelombang baru dengan terus mengendalikan jumlah kasus yang tambah per hari itu harus di bawah 2.700 kasus," tuturnya.

Tak hanya melanggar jam operasional, Luhut mengungkapkan, banyak juga bar dan klub malam yang beroperasi tanpa mengindahkan protokol kesehatan. Dia melanjutkan, selain itu, banyak klub malam yang meminta pengunjungnya untuk tidak mengambil gambar agar tidak ketahuan.

"Bar dan klub malam masih beroperasi tanpa memperhatikan protokol kesehatan yang ada. Di beberapa bar tidak diperbolehkan para pengunjung untuk mengambil gambar dan video. Ndak boleh. Supaya jangan ketahuan gitu. Di Bali, misalnya, kelihatan banyak sekali. Dan saya mohon pemda Bali juga kali untuk perhatikan ini," papar Luhut.