RI Jadi Tuan Rumah Workshop CIRDAP Bahas Pemerintahan Desa Masa Depan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 13:39 WIB
Workshop CIRDAP (dok. Kemendagri)
Workshop CIRDAP (dok. Kemendagri)
Jakarta -

Indonesia menjadi tuan rumah workshop sebagai rangkaian kegiatan Center on Integrated Rural Development for Asia and Pacific (CIRDAP). Workshop ini mengangkat topik 'Belajar dari Pengalaman COVID-19 dan Skenario Berikutnya dalam Tata Kelola Pemerintahan Desa'.

Kegiatan tersebut telah dimulai pada Selasa (26/10/2021). Workshop ini dibuka oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Ditjen Bina Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Ada sejumlah pembicara yang dihadirkan, antara lain Direktur Jenderal Bina Pemdes, Yusharto Huntoyungo; Direktur Aplikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informasi; Semuel Abrijal Pangerapan; Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Pedesaan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Sugito; dan Pembantu Rektor IV Institute Teknologi Sepuluh November, Bambang Pramujati.

Workshop ini digelar secara virtual dan dibuka dengan pidato sambutan virtual Sekretaris Jenderal Bina Pemdes Mohammad Rizal dilanjutkan sambutan dari dari Dirjen CIRDAP, Cerdsak Virapat.

Dalam sambutannya, Rizal berharap workshop melahirkan praktik-praktik baik dalam penanganan COVID-19 dan tata kelola pemerintahan desa dari Indonesia dan juga negara anggota. Dia berharap hal yang dibahas dalam workshop ini bisa menjadi contoh kemajuan penanganan COVID serta pengelolaan pemerintahan desa ke depan.

"Dari berbagai perspektif, kami sangat mengapresiasi kehadiran seluruh peserta dalam workshop dalam rangkaian CIRDAP tahun ini, baik dari dalam negeri maupun luar negeri serta para duta besar yang berkenan hadir," ujar Rizal.

Sementara itu, Dirjen CIRDAP, Cerdsak Virapat, mengatakan CIRDAP muncul untuk memenuhi kebutuhan yang dirasakan oleh negara-negara berkembang pada waktu pembentukannya.

"Organisasi ini bertujuan mempromosikan pembangunan pedesaan terpadu di wilayah negara anggota. Organisasi ini juga memainkan peran memperkuat dalam mendukung dan memajukan efektivitas program pembangunan pedesaan terpadu, mempromosikan pemberdayaan desa, meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan di Kawasan Asia dan Pasifik," ujarnya.

Cerdsak Virapat mengatakan banyak wilayah terdampak Corona dan mengalami krisis. Dia menyebut organisasi ini memerlukan implementasi efektif melalui strategi tindakan maupun kebijakan hingga level desa.

"Kami menanti masukan dari semua pembicara melalui paparan materi serta mendapatkan contoh atau model yang efektif untuk digunakan berdasarkan pengalamannya," ujarnya.

Sementara itu, Yusharto Huntoyungo mengatakan kegiatan ini digelar sebagai bagian dari pembelajaran menangani pandemi COVID-19 di Indonesia. Dia mengingatkan pentingnya peningkatan kapasitas perangkat desa, pemanfaatan aplikasi, sebagai bagian dari digitalisasi pemerintahan desa.

Dia juga mengatakan pemerintah desa harus bekerja dalam tim dengan pendekatan pentahelix, peningkatan infrastruktur information and teknologi (IT) hingga menjangkau seluruh desa. Dia juga meminta pemerintah desa memanfaatkan data secara terintegrasi, perbaikan mekanisme kerja, serta koordinasi pemerintah kecamatan hingga pemerintah pusat.

Setelah workshop, kegiatan selanjutnya adalah workshop dalam rangkaian TC-36 CIRDAP pada 3-4 November 2021.

(haf/fjp)