Batik Made in Bogor Bukan Sekadar Kain Bermotif, Ini Filosofinya!

Batik Made in Bogor Bukan Sekadar Kain Bermotif, Ini Filosofinya!

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 13:04 WIB
Batik Made in Bogor Bukan Sekadar Kain Bermotif, Ini Filosofinya!
Foto: Dok. Dikhy Sasra/detikcom
Jakarta -

Sebagai salah satu warisan budaya yang ditetapkan UNESCO, batik ternyata tidak hanya sekadar motif bergambar tapi juga kerap memiliki filosofi yang mendalam dan inspiratif. Seperti halnya Batik Handayani Geulis Bogor yang memiliki makna kearifan lokal pada setiap batiknya.

Berlokasi di Jalan Bogor Baru, Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, batik yang berdiri sejak 2012 ini sudah menghasilkan setidaknya 80 motif batik cap maupun tulis, di mana 14 motif di antaranya sudah memiliki sertifikat hak paten dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Sederet motif batik tersebut di antaranya, Laksana Sapaneja, Kalingga Murda, Patepung Lawung, Teratai Istana Bogor, Tilu Sauyunan, Kijang Papasangan, Tunggul Kawung, Bogor Pisan, Cepot, Angkot hingga Lereng Kujang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemilik Handayani Geulis Batik Bogor Sri Ratna Handayani mengungkapkan berbagai motif di galeri batiknya ini terinspirasi dari sejarah hingga ikon Kota Bogor. Pasalnya, sebagai warga yang lahir di Bogor, ia ingin melestarikan sejarah hingga ikon Kota Bogor.

"Jadi memang motif-motif ini, selain ikon Kota Bogor, ada juga sejarah kearifan lokal, contohnya kalau ikon ada talas, ada kijang, ada kujang dan lain sebagainya," ungkap Handayani kepada detikcom baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

Dia mengungkapkan di antara banyaknya motif batik Bogor ini, ada tiga motif batik yang jadi best seller dan diburu banyak orang. Batik tersebut di antaranya, Patepung Lawung, Tilu Sauyunan, dan Batik Motif Angkot. Batik ini juga jadi langganan turis mancanegara maupun lokal yang berkunjung ke galeri.

"Kalau Patepung Lawung itu batik tulis, filosofinya ungkapan terima kasih masyarakat bogor terhadap tuhan yang maha kuasa karena telah memberi anugerah Kota Bogor ini dengan cuaca yang nyaman, aman, dan kaya flora fauna," ungkapnya.

Kemudian best seller kedua, kata dia, Tilu Sauyunan itu adalah artinya tiga ikon khas Kota Bogor, yaitu bunga besar khas Kota Bogor Amorphopalus titanium, kemudian ada daun talas, kemudian ada kujang.

Batik Made in Bogor Bukan Sekadar Kain Bermotif, Ini Filosofinya!Foto: Dok. Dikhy Sasra/detikcom

"Jadi filosofi secara keseluruhan itu adalah bahwa Kota Bogor itu terkenal, tetapi masyarakatnya ramah dan juga kuat seperti kujang, senjata khas tradisional jawa barat," jelasnya.

"Best seller ketiga itu Angkot, Angkot ini disayang dan dibenci, jadi kalau orang luar, liat persepsi awalnya liat angkot itu gimana gitu, tapi begitu sudah dibatikkan cantik sekali dan itu jadi best seller di sini," jelasnya.

Lebih lanjut, baginya, batik sendiri bukan hanya sekedar kain bergambar, di dalamnya terdapat filosofi yang bercerita. Hal itu pula yang membedakan batik dengan tekstil, sehingga membuat orang ikut terkesan.

"Misalnya, batik aksara sunda itu namanya laksana sapaneja, itu tulisannya sehat, barokah dan bahagia, jadi pada saat kita memberi hadiah pada orang lain, kita sebutkan ini kita memberi batik tapi juga mendoakan lho, doa itu tidak sekadar di ucapkan tapi ada juga di batiknya, seperti itu. Ini juga menjadi bagian dari melestarikan aksara sunda," pungkasnya.

Sebagai informasi, Handayani Geulis Batik Bogor ini merupakan UMKM Mitra Binaan Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Antam Pongkor. Antam berkontribusi memberikan dukungan modal usaha sejak dari 2011, 2014 dan 2019. Selain itu, Antam juga memfasilitasi dalam promosi berupa pameran dari tingkat daerah sampai nasional yang rutin dilaksanakan nya setiap tahun.

Untuk mengetahui lebih lanjut makna atau filosofi dari motif Handayani Geulis Batik Bogor yang sudah dipatenkan berikut di antaranya seperti dikutip di website resminya.

1. Batik Tulis Motif Laksana Sapaneja

Bermakna Doa yang dikabulkan, merupakan batik bermotif aksara sunda yang bermakna Sehat, Bahagia, dan Barokah.

2. Batik Motif Kalingga Murda

Bermakna tiang yang kokoh, Kota Bogor mempunyai 4 tiang yang menyangga dengan kokoh di segala penjuru.

3.Batik Motif Patepung Lawung

Bermakna pertemuan semua elemen kehidupan di Bogor, yang merupakan anugrah dari yang Kuasa untuk Bogor.

4. Batik Motif Teratai Istana Bogor

Teratai yang tumbuh di perairan sekitar Istana Bogor, melambangkan kebijaksanaan pemimpin yang membawa Bogor selalu ke arah yang lebih baik.

5. Batik Motif Tilu Sauyunan

Bermakna Tiga Serangkai, simbol-simbol Kota Bogor, yakni bunga bangkai (Amorphopalus titanium), daun talas dan kujang (senjata khas Jawa Barat). Melambangkan Bogor sebagai kota yang populer, ramah namun masyarakatnya kuat.

6. Batik Motif Kijang Papasangan

Kota hujan memiliki alam yang terjaga dan kota yang indah, maka motif ini bermakna harmoni kehidupan di Bogor.

7. Batik Motif Tunggul Kawung

Bogor berarti Tunggul Kawung, yaitu sisa batang pohon aren yang sulit dipindahkan, maka Batik Bogor motif Tunggul Kawung bermakna kota kecil namun kuat.

8. Batik Motif Bogor Pisan

Bermotif simbol simbol-kota Bogor, Kujang, Bunga Bangkai, Talas, Daun talas, Kijang, dan lain-lain.

9. Batik Bogor Motif Cepot

Bermakna sederhana dan bijaksana. Karena Cepot merupakan tokoh perwayangan tanah sunda yang bijaksana namun selalu menyampaikan nasehat melalui lelucon dan tawa sehingga mencerminkan kesederhanaan dan kebijaksanaan.

10. Batik Motif Angkot

Sebagai transportasi publik di Bogor, dulu, angkot dikenal sebagai simbol unik kota ini.

11. Batik Bogor Lereng Kujang

Kujang melambangkan kekuatan masyarakat Bogor.

detikcom bersama MIND ID mengadakan program Jelajah Tambang berisi ekspedisi ke daerah pertambangan Indonesia. Detikcom menyambangi kota-kota industri tambang di Indonesia untuk memotret secara lengkap bagaimana kehidupan masyarakat dan daerah penghasil mineral serta bagaimana pengolahannya. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/jelajahtambang

Halaman 2 dari 2
(akd/ega)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
Selengkapnya



Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Ajang penghargaan persembahan detikcom bersama Polri kepada sosok polisi teladan. Baca beragam kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini.
Hide Ads