Sempat 63 Tahun Hilang, Kakek Kembali ke Jepang
Kamis, 20 Apr 2006 06:25 WIB
Jakarta - Rasa haru menyelimuti perasaan seorang pria berusia 83 tahun ketika menginjakkan kaki di tanah kelahirannya. Bisa dimaklumi, karena kakek ini menghilang pada saat Perang Dunia II berlangsung. Bahkan tahun 2000 lalu, ia sempat dinyatakan telah tewas.Peristiwa ini terjadi di Jepang. Kakek bernama Ishinosuke Uwano ini merupakan prajurit Jepang yang turut berjuang di Pulau Sakhlin, Rusia pada Perang Dunia II puluhan tahun lalu. Namun karena dilarang menghubungi keluarganya yang berada di timur laut Tokyo, ia lantas kehilangan kontak dengan keluarganya.Tanpa diketahui pemerintah Jepang atau pun keluarganya, Ishinosuke membangun rumah tangga di salah satu negara pecahan Uni Soviet, Ukraina, dan mengantongi kebangsaan Ukaraina. Pernikahannya dengan seorang perempuan Ukraina menghasilkan 3 orang anak. Selama bertahun-tahun ia hidup di tengah ibu kota, Kiev."Saya senang sekali kembali ke Jepang. Saya tidak pernah bicara bahasa Jepang selama 60 tahun, makanya pertama-tama saya ingin berkata 'konichiwa' (halo)," ujar Ishinosuke seperti dilansir dari bbc.com, Kamis (20/4/2006).Sebelumnya, ia tidak pernah bermimpi bisa kembali ke Jepang dan melihat lagi bunga sakura Jepang yang terkenal itu. Kini setelah bertemu lagi dengan keluarganya, ia berharap bisa mendapatkan kembali kewarganegaraan Jepang.Ishinosuke adalah satu dari ribuan orang tentara dan masyarakat Jepang yang mengarungi samudra Pasifik dengan perahu di akhir PD II. Perahu-perahu itu lantas terdampar di daratan Rusia. Beberapa diantara mereka ada yang dipenjara, dan ada pula yang dipaksa bekerja sebagai budak.
(ddn/)











































