Peluang Besar, Pemprov Sumbar Siapkan Peta Investasi Gambir

Sponsored - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 12:15 WIB
Investasi Gambir Sumbar
Foto: Biro Adpim Sumbar
Jakarta -

Sumatera Barat sebagai penghasil gambir terbesar di Indonesia dan berkontribusi untuk nasional kini tengah menyiapkan peta investasi gambir yang dibantu oleh kementerian Investasi/BKPM. Pemerintah Provinsi Sumbar berencana membentuk BUMD khusus gambir yang akan menyerap gambir dari petani.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi menyebutkan peta investasi tersebut merupakan langkah baik dalam membangun perekonomian petani gambir di Sumbar. Hal ini disampaikannya pada pembukaan Focus Group Discussion (FGD) Proyek Prioritas Strategis Industri Pengolahan Hasil Perkebunan Gambir Sumatera Barat, Selasa (26/10).

"Indonesia adalah produsen 80 persen gambir dunia. Sumbar adalah daerah penyumbang komoditi gambir terbesar di Indonesia. Ini adalah potensi besar. Namun perekonomian petani gambir tetap belum terangkat," katanya, dikutip Rabu (27/10/2021).

Ia mengungkapkan beberapa persoalan petani gambir belum terangkat adalah harga gambir Sumbar kerap jeblok sampai Rp 19 ribu-Rp 25 ribu per kilogram. Dengan harga itu petani sama sekali tidak mendapatkan untung untuk karena harga keekonomian sekitar Rp 40 ribu.

Ia mengatakan harga gambir yang tidak stabil itu di antaranya karena monopoli pedagang dalam menetapkan harga, kualitas gambir yang kurang naik, hingga SDM petani yang perlu dibenahi.

"Ada beberapa kasus petani gambir mencampur produknya sehingga kualitas turun. Namun, pedagang malah mau membeli produk tersebut sehingga menjadi kebiasaan. Ada pula kasus perusahaan yang mau menerima gambir berupa daun sehingga pendapatan petani bukannya naik tapi malah menurun," katanya.

Pemerintah menurutnya harus melakukan intervensi untuk menyelesaikan persoalan itu. Salah satu yang akan dikembangkan adalah membentuk BUMD khusus gambir yang membeli produk pada petani dengan harga keekonomian kemudian menjual kembali pada pedagang.

Namun kebijakan tersebut membutuhkan kajian lebih dalam karena membutuhkan dukungan dari Kementerian Investasi sangat besar artinya. Mahyeldi pun mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Kementerian Investasi tersebut yang diharapkan bisa mewujudkan perbaikan perekonomian bagi petani gambir Sumbar

Kementerian Investasi/BKPM melalui staf ahli Menteri Bidang Peningkatan Daya Saing Penanaman Modal BKPM, Kementerian Investasi, Heldy Satrya Putra mengungkapkan perlu dilakukan pengkajian terhadap peta peluang investasi komoditi gambir Sumbar yang akan disiapkan sebagai informasi bagi investor yang akan menanamkan modal terkait industri tersebut.

"Kami melihat peluang investasi gambir di sumbar sangat besar, namun akhirnya kita akan melihat dari hasil kajian. Saat ini kami masih berproses dalam menyusun kajian ini," ungkapnya.

Menurutnya kalau kajian tersebut sudah selesai, akan bisa dilihat sebesar apa peluangnya dan informasi itu yang akan disampaikan kepada calon investor untuk berinvestasi di sumbar khususnya di sektor gambir.

Ia menyebut FGD yang digelar adalah untuk membahas masalah-masalah yang ada. Dari kegiatan tersebut diharapkan ada solusi sehingga bisa terwujud peta peluang investasi berupa informasi sekaligus solusi pengembangan komoditas gambir di sumbar.

Dari hasil FGD didapatkan gambaran bahwa untuk meningkatkan nilai gambir ini, perlu dibangun industri pengolahan. Kementerian Investasi menurutnya juga akan menyiapkan studi bagaimana industri pengolahan gambir dapat di kembangkan di Sumbar. Kemudian dibuatkan juga kajian tentang pasar. Seperti apa pasar yang harus dikembangkan untuk komoditas gambir di Sumbar.

"Pada akhirnya kita berharap kualitas komoditas gambir dapat ditingkatkan, industri dapat dikembangkan untuk pengolahan gambir sehingga gambir tidak hanya menjadi bahan mentah tetapi sudah menjadi bahan yang diolah di Sumbar. Kemudian kajian atau peta potensi ini dapat pula digunakan untuk meyakinkan para investor berinvestasi di Sumbar untuk mengembangkan komoditas gambir," ujarnya.

(Content Promotion/Pemprov Sumbar)