Disesalkan, Sikap Australia Yang Ngotot Tak Minta Maaf

Disesalkan, Sikap Australia Yang Ngotot Tak Minta Maaf

- detikNews
Kamis, 20 Apr 2006 01:19 WIB
Jakarta - Sikap Australia yang menolak untuk meminta maaf kepada Indonesia terkait pemberian visa sementara kepada 42 orang warga Papua kembali disesalkan."Sangat disesalkan dilihat dari sudut pandang kita itu suatu kesalahan," ujar Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dengan tenang yang ditemui seusai acara seminar mengenai Kemenangan Hamas dan Perdamaian di Timur Tengah di Auditorium FK UI, Jakarta, Rabu (19/04/2006).Din menceritakan bagaimana pertemuannya dengan Dubes Australia di kantor PP Muhammadiyah beberapa yang lalu. Australia saat itu, menghargai dan mendukung integritas teritorial Indonesia dan tidak menyetujui bahkan menolak gerakan separatisme termasuk oleh kelompok Papua.Menurut Din, pemberian suaka itu dalam etika bertetangga tidak benar. Seharusnya ada sebuah sikap yaitu pertobatan untuk tidak mengulangi lagi perbuatan itu dan secara simboliknya meminta maaf dengan cara bahasa diplomatik bisa bermacam-macam. Din juga menegaskan bahwa yang terpenting bukan minta maafnya tetapi bagaimana Australia untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama karena itu merupakan sebuah isyarat indikasi intervensi langsung atau tidak langsung. "Langsung itu kalau ada elemen-elemen masyarakat (LSM) yang memberikan dukungan terhadap separatisme Papua itu yang kita tolak," katanya.Sementara itu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Muzadi, hanya menanggapi bahwa Indonesia seharusnya mesti menjaga kewibawaannya."Jika terjadi hal seperti itu berarti mereka tidak menghitung perasaan orang Indonesia, mesti orang Indonesia sendiri yang harus tahu dimana letak posisinya. Kalau diabaikan oleh orang lain, maka yang penting harus menjaga kewibawaan Indonesia," kata Hasyim yang ditemui di tempat yang sama. (ddn/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads