Profesor Singapura: Tak Ada yang Bantah Klaim Jokowi Pemimpin Paling Efektif

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 11:13 WIB
Profesor Singapura Kishore Mahbubani (Foto: Tangkapan layar YouTube Golkar Institute)
Profesor Singapura Kishore Mahbubani (Foto: Tangkapan layar YouTube Golkar Institute)

Sikap Bijaksana Jokowi

Dewan Penasihat Golkar Institute itu juga memuji sikap bijaksana Jokowi dalam menghadapi perseteruan antara Amerika Serikat (AS) dan China. Menurutnya, pesan Jokowi agar seluruh dunia, termasuk AS dan China, bekerja sama mengatasi isu global adalah sikap yang bijaksana.

"Kata-kata yang sangat bijaksana. Inilah yang dibutuhkan dunia. Dunia perlu melihat AS dan China bekerja sama untuk menyelesaikan isu besar global, termasuk climate change dan COVID-19," kata Kishore Mahbubani.

Kishore Mahbubani juga menilai keputusan Jokowi untuk tidak kerap berpergian ke luar negeri dan tidak menghadiri event internasional di tahun pertamanya sangat bijaksana. Menurut dia, fokus pada isu domestik adalah hal yang benar untuk dilakukan.

"Saya rasa itu sangat bijaksana baginya untuk fokus pada pembangunan domestik atau membangun infrastruktur di Indonesia, mengurangi kemiskinan di Indonesia, mereformasi hukum ketenagakerjaan di Indonesia, saya pikir itu hal yang benar dilakukan di tahun pertamanya. Tapi sekarang dia sudah di tahun keduanya, dan memiliki domestic record yang kuat, dia di posisi yang bagus sekarang di konferensi tingkat tinggi seperti G20," tutur mantan Sekretaris Tetap di Kementerian Luar Negeri Singapura itu.

Demokrasi Hidup di Indonesia

Lebih lanjut, Kishore Mahbubani juga mengaku senang artikelnya mengenai Jokowi menjadi perdebatan di Indonesia. Hal itu, menurutnya, menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia sangat hidup.

"Saya senang Anda me-mention kalau artikel saya viral di Indonesia, karena orang setuju dan tidak setuju dengan artikel itu. Itu menunjukkan bahwa Indonesia memiliki demokrasi yang sangat hidup, Anda memiliki beragam pemikiran, beragam pandangan. Saya tidak melihat ketidaksepakatan sebagai hal yang buruk. Saya melihat itu sebagai hal yang baik," ungkap dia.


(mae/tor)