Wagub DKI Jelaskan Kondisi RSUD yang Diviralkan 'Banyak Pasien Pneumonia'

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 10:59 WIB
Wagub DKI Jakarta Riza Patria usai diklarifikasi soal kerumunan acara Habib Rizieq.
Wagub DKI Jakarta Riza Patria. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Viral di media sosial yang menyebutkan RSUD di Jakarta banyak pasien anak pneumonia. Wagub DKI Ahmad Riza Patria menyebut secara umum RSUD di Jakarta tak mengalami peningkatan jumlah pasien.

Kondisi RSUD di Jakarta itu dicuitkan akun @desperadroo. Dia menyebut RSUD mendadak penuh pasien anak menderita pneumonia.

"Di RSUD mendadak lagi banyak banget pasien anak dengan pneumonia sampai ruangan pneumonia-nya penuh," ujarnya, seperti dilihat, Rabu (27/10/2021).

Dia menjelaskan RSUD yang dimaksud adalah tempatnya bekerja di Jakarta. Dia menduga banyaknya pasien anak itu karena prokes mulai kendur.

"RSUD yang saya sebut ya RSUD tempat saya kerja di Jakarta ini. Semua pneumonia anak di kala pandemi sampai hasil PCR keluar negatif harus dicurigai COVID-19 sehingga tetap butuh kewaspadaan," katanya.

Akun @desperadroo juga menerangkan soal gejala anak yang menderita pneumonia. Dia menyebut salah satu gejalanya tarikan napas anak yang berat.

"Tanda bahaya lain dalam pneumonia yang menunjukkan bahwa anak mungkin butuh perawatan, yaitu adanya kejang, asupan minum/makan yang sulit, muntah sering, kejang, penurunan kesadaran sampai tangan dan kaki yang terasa dingin," jelasnya.

Meski demikian, akun @desperadroo menuturkan pneumonia bukan disebabkan COVID-19. Melainkan ada kemungkinan dari virus lain.

Pemprov DKI merespons cuitan viral itu. Wagub Ahmad Riza Patria mengatakan secara umum RSUD di Jakarta tidak mengalami lonjakan pasien, khususnya anak.

"Jawaban dari Dinkes yang kami terima itu masih batas wajar ya, normal, tidak ada peningkatan sebagaimana yang disampaikan," kata Riza saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (27/10/2021).

Riza mengatakan tak menutup kemungkinan apabila ada RSUD yang banyak menangani pasien anak dengan pneumonia. Namun dia menegaskan jumlah pasien masih wajar.

"Mungkin kebetulan di rumah sakit tersebut ada peningkatan tetapi secara umum di Jakarta tidak ada peningkatan masih normal dan wajar," ujarnya.

(idn/fjp)