Dituding Ambil Dana Muktamar PBR, Zaenal Ma'arif Cuek
Rabu, 19 Apr 2006 22:03 WIB
Jakarta -
Walaupun dituding telah mengambil dana muktamar Partai Bintang Reformasi (PBR), namun salah satu kandidat Ketua Umum PBR, Zaenal Ma'arif menanggapi dingin. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu tenang-tenang saja menyikapi isu tersebut."Saya tidak kesal. Apa mungkin sih wajah seperti saya ini tukang ngambil duit," cetus Zaenal dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (19/4/2006).Ditambahkannya bila ada yang mengetahui dirinya pernah memeras orang lain atau menjadi calo, Zaenal meminta diberikan penjelasan dan bukti. Ini penting agar dirinya juga bisa memberikan penjelasan ataupun klarifikasi.Bagaimana dengan uang muktamar sebesar Rp 2-2,5 miliar yang dianggap 'raib' tersebut?"Dewan Pengurus Pusat (DPP) PBR pernah mengajukan dana untuk pelaksanaan muktamar. Oleh pemberi dana itu, pribadi saya yang disuruh mengambil dan bukan yang lain. Saya tidak mengambil. Uang tersebut sudah saya berikan pada Zainuddin MZ hari ini," papar Zaenal tanpa menyebut jumlah dan sumber pemberi dana.Zaenal juga mengatakan, bahwa menjelang pemilihan ketua, di mana pun itu, kampanye hitam adalah hal yang biasa. "Dalam kondisi seperti ini, kalau ada kampanye hitam saya maklum," imbuh Zaenal.Ia lantas berpesan agar menjelang pemilihan Ketua Umum PBR semua pihak mampu membangun etika berpolitik yang baik. Sebab Indonesia sedang membutuhkan figir-figur yang bijaksana. "Sekarang ini yang bicara itu hati nurani, bukan otak saja," tandas Zaenal.Pada 22-24 April mendatang, PBR akan mengadakan muktamar di Bali. Menurut Ketua Organizing Committee, Bambang Budiono, dana untuk kegiatan muktamar tersebut telah diambil lebih dulu oleh salah satu kandidat ketua, Zaenal Ma'arif.Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan wartawan, jumlah dana yang diambil Zaenal Ma'arif mencapai Rp 2-2,5 miliar. Dana itu disebut-sebut berasal dari Wakil Ketua DPD Aksa Daud.
(ddn/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































