Komisi III DPR F-PKB Sarankan Kapolres Nunukan dan Brigadir SL Berdamai

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 09:00 WIB
Video pendek polisi diduga pukul anak buah beredar di medsos. Diduga peristiwa tersebut terjadi di Nunukan, Kaltara. (Screenshot video viral)
Video pendek polisi diduga pukul anak buah beredar di medsos. Diduga peristiwa tersebut terjadi di Nunukan, Kaltara. (Screenshot video viral)
Nunukan -

Kapolres Nunukan, AKBP SA, jadi sorotan publik usai menganiaya anak buahnya, Brigadir SL, hingga viral di media sosial. Anggota DPR mengkritik aksi AKBP SA.

"Memberikan 'pukulan' dapat dibenarkan sepanjang untuk pendisiplinan dan mendidik, bukan penganiayaan," ujar anggota Komisi III Fraksi PKB, Jazilul Fawaid, kepada detikcom, Selasa (26/10/201).

Jazilul meminta agar setiap pimpinan Polri lebih humanis dalam mendidik anak buahnya. Selain itu, ia menyarankan agar kedua belah pihak berdamai.

"Hemat kami, lebih baik saling memaafkan. Meskipun proses kode etik mesti dijalankan agar menjadi pelajaran bersama," terang Jazilul.

Wakil Ketua MPR Jazilul FawaidJazilul Fawaid (Foto: dok. MPR RI)

Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan menyerahkan sepenuhnya kasus Kapolres Nunukan pukul anak buah ke kepolisian. Sebab, kepolisian lah yang mengetahui fakta sebenarnya.

"Baik Kapolres maupun bawahan itu satu keluarga, yang sudah ada mekanisme dan aturan mainnya secara internal. Saya yakin Polri dapat menyelesaikan permasalahan ini dengan arif dan bijaksana. Tidak perlu pula kita buat polemik dan gaduh di ruang publik," kata Arteria.

Arteria juga berkomentar terkait Brigadir SL yang membuat video permintaan maaf karena telah menyebarkan rekaman CCTV ia dianiaya Kapolres Nunukan. Ia meminta publik tak buru-buru menilai dari video tersebut.

"Terkait minta maaf dan sebagainya, itu bukan prinsip, itu kan hal teknis di internal mereka, jangan kita yang menilai, karena mereka punya aturan yang melembaga yang biasa berlaku di internal mereka, yang pastinya baik. Dan tidak fair juga kalau kita melakukan penilaian atas suatu fakta yang belum tentu kita tahu betul," jelas Arteria.

Arteria DahlanArteria Dahlan (Mochamad Solehudin/detikcom)

"Saya meminta publik untuk mempercayakan penyelesaian kasus tersebut kepada Propam Mabes ya, ada Pak Sambo (Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo), beliau polisi yang paham menegakkan hukum dan sekaligus menjaga kehormatan institusi. Percayalah," sambungnya.

Brigadir SL Minta Maaf

Brigadir SL buka suara usai penganiayaan yang dialaminya viral. SL menyesali perbuatannya dengan menyebarkan video dan mengaku tidak melaksanakan perintah pimpinan.

"Selamat malam, Komandan, Senior, dan rekan-rekan, terkhusus untuk Bapak Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar. Saya memohon maaf atas video yang beredar di media sosial. Karena pada saat meng-upload video tersebut tidak berpikir dengan jernih," ujar Brigadir SL dalam video yang beredar, Selasa (26/10/2021). Video permohonan maaf tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Kalimantan Utara (Kaltara) Kombes Budi Rachmad.

Brigadir SL mengaku menyesal telah menyebarkan video tersebut. Selain itu, Brigadir SL menyebut dirinya tidak melaksanakan perintah pimpinan dengan baik.

"Setelah kejadian tersebut, saya langsung menghadap Bapak Kapolres Nunukan untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan," papar SL.

"Permohonan maaf ini tidak ada unsur paksaan dari siapapun. Sekali lagi komandan, mohon izin saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan yang telah saya lakukan. Demikian komandan, terima kasih," imbuhnya.

Simak video 'Korban Pemukulan Kapolres Nunukan Minta Maaf Sudah Viralkan Video':

[Gambas:Video 20detik]



Selengkapnya di halaman berikutnya