SBY Minta Menlu Pulangkan Anneke Lewat Jalur Diplomatik

SBY Minta Menlu Pulangkan Anneke Lewat Jalur Diplomatik

- detikNews
Rabu, 19 Apr 2006 19:52 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Menlu Hassan Wirajuda untuk memulangkan Anneke Wanggai dari Australia melalui jalur diplomatik.Hal tersebut diutarakan Kapolri Jenderal Pol Sutanto usai mendampingi Presiden menerima keluarga Wanggai di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Pusat, Jakarta, Rabu (19/4/2006)."Kalau soal pemulangan Presiden sudah menginstruksikan Menlu untuk mengurusi melalui jalur diplomatik guna memulangkan Anneke," ujar Sutanto.Keluarga Wanggai yang diwakili oleh Nicholas Wanggai (Bapak Siti Pandera), Marvin Wanggai dan Jerry Wanggai, dua orang ini adalah adik Siti Pandera serta Jack Muabuay (Kakek Siti Pandera) bertemu Presiden.Presiden didampingi oleh sejumlah menteri antara lain Menko Polhukam Widodo AS, Mendagri M Ma'ruf, Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto dan Kapolri Jenderal Pol Sutanto. Kapolri menambahkan hingga kini Polda Papua masih melakukan pencarian ibu Anneke yakni Siti Pandera. "Jika ada informasi mohon segera diinformasikan karena Siti Pandera sedang diharapkan kembali ke keluarga," ujar Sutanto.Usai pertemuan, Marvin mengatakan ada dua hal yang disampaikan yakni pertama, pihak keluarga meminta Presiden untuk mengambil Anneke Wanggai yang masuk dalam daftar pencari suaka di Australia.Kedua, pihak keluarga meminta tolong agar Presiden bisa mencari pencarian Siti Pandera yang hingga kini belum ditemukan. Marvin mengaku dalam pertemuan itu Presiden siap menindaklanjuti pertemuan tersebut.Ketika ditanya mengenai pengakuan Siti Pandera tentang adanya tekanan dari pihak intelijen TNI agar Siti Pandera meminta bantuan Presiden, Marvin membantah, tidak ada tekanan dari intel dan polisi. "Itu bohong, tidak ada tekanan," ujar Marvin.Ia menduga Siti Pandera masih berada di sekitar Jayapura. Sementara itu Pjs Gubernur Papua S Situmorang menjelaskan dia bertemu Siti Pandera 8 April 2006 lalu saat Siti Pandera menyambangi kediamannya.Dia mengaku ingin bertemu dengan Presiden agar Anneke bisa dikembalikan. "Saya melihat itu secara spontan dan dia menangis secara tulus dan tanpa paksaan Anneke kembali, kesan tekanan tidak ada," ujarnya. (ddn/)


Berita Terkait