Batal Ketemu, Amien Cs Kirim 'Petisi' ke SBY

Batal Ketemu, Amien Cs Kirim 'Petisi' ke SBY

- detikNews
Rabu, 19 Apr 2006 18:59 WIB
Jakarta - Sejumlah politisi sedianya akan bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun dengan alasan kesibukan, pertemuan pun batal. Mereka pun mengirimkan surat masukan ke presiden secara tertulis.Demikian hasil pertemuan tertutup sejumlah politisi seperti Amien Rais, Wiranto, Dradjad Wibowo, Alvin Lie, Marwan Batubara di kediaman Try Sutrisno, Jalan Purwakarta 6, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/4/2006).Dalam pertemuan di kediaman Try ini, sejumlah politisi tersebut secara khusus menyetujui dikirimnya surat ke Presiden SBY. Surat itu secara khusus ditandatangani oleh Try Sutrisno tertanggal 19 April 2006.Demikian bunyi surat tersebut:"Sehubungan surat permohonan untuk menghadap presiden tertanggal 17 Maret 2006 guna menyampaikan masukan membangun kemandirian, martabat dan masa depan bangsa, mengingat kesibukan presiden dan kami semua, perkenankan dengan ini kami menyampaikan pembatalan permohonan tersebut.Namun demikian, sebagai wujud rasa peduli kami terhadap nasib bangsa dan negara yang kita cintai dengan segala kerendahan hati kami menyampaikan masukan secara tertulis sebagaimana terlampir. Atas perhatian Bapak Presiden kami ucapkan terima kasih. Hormat kami atas nama yang mengajukan permohonan menghadap, Try Sutrisno."Lampiran yang dikirim itu terdiri dari lima halaman yang isinya di antaranya menyinggung mengenai persoalan Blok Cepu yang diserahkan ke ExxonMobil. Selain itu juga disebutkan perlunya amandemen UU Migas.Amien cs juga mengusulkan perlunya kebijakan sektor pertambangan memberikan prioritas bagi pelaku usaha di dalam negeri.Mereka mengusulkan menetapkan Pertamina sebagai operator Blok Cepu, renegosiasi kontrak Freeport, penyempurnaan rezim perpajakan supaya hasil penjualan migas tidak perlu masuk ke Departemen Keuangan terlebih dahulu.Tujuannya agar tidak ada lagi area abu-abu seperti cost recovery yang selama ini menjadi ladang bagi praktek-praktek yang merugikan negara.Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad H Wibowo, pembatalan itu karena baik presiden maupun para tokoh memiliki kesibukan masing-masing."Presiden SBY menyurati kita tidak bisa mengadakan pertemuan dan meminta ditunda pertemuannya. Pak Try karena kesibukannya tidak bisa lagi menunda. Begitu juga Pak Wiranto, Pak Amien, semuanya sibuk dengan agenda masing-masing. Jadi kami memutuskan untuk membatalkan saja pertemuannya dan mengirimkan surat secara tertulis sebagai masukan kepada Presiden SBY," ujar Dradjad. (san/)


Berita Terkait