Bicara Komunikasi Karang Lagu, Hasto Dinilai Hattrick Sindir SBY

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 17:29 WIB
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), merespons terpilihnya Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat lewat agenda yang diklaim sebagai kongres luar biasa (KLB). SBY menuding Moeldoko telah melakukan kudeta bersama orang dalam partai. Hal itu disampaikan di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021).
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Antara Foto/Asprilla Dwi Adha)
Jakarta -

Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut komunikasi politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak dapat dilakukan dengan mengarang lagu. Hasto menyindir Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)?

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno meyakini Hasto sedang menyindir SBY. Terhitung soal komunikasi politik ini, Adi mencatat sudah 3 kali Hasto 'menyerang' SBY.

"Hasto hattrick serang dan sindir SBY. Pertama, 2009, pemilu penuh kecurangan, mobilisasi birokrasi, ASN, dan lainnya. Kedua, zaman Jokowi lebih maju karena masif bangun infrastruktur dan tak banyak rapat yang tak hasilkan keputusan, seperti zaman SBY," kata Adi kepada wartawan, Selasa (26/10/2021).

"Ketiga, soal sindiran komunikasi politik tak pakai lagu. Jelas itu alamatnya ke SBY yang kerap menyampaikan pesan politik melalui lagu dan puisi," imbuhnya.

Adi juga menyakini sindiran Hasto kepada SBY ini tidak kebetulan, melainkan dilakukan dengan sistematis. Analisisnya, ada dua faktor yang membuat Hasto menyerang-nyerang SBY dalam beberapa waktu belakangan ini.

"Kemungkinannya (faktornya) 2 hal. Pertama, Hasto ingin kasih tunjuk ke semua orang, Jokowi sebagai kader PDIP presiden terbaik ketimbang SBY. Kedua, mungkin juga selama berkuasa, SBY sering menafikan apa yang dilakukan Megawati sebagai presiden sebelumnya," papar Adi.

"Bahkan, mungkin juga PDIP selalu merasa dirugikan dan 'dizalimi' oleh kebijakan-kebijakan era SBY. Setidaknya itu yang ditangkap publik," sambung dia.

Hasto KristiyantoHasto Kristiyanto (dok. PDIP)

Lebih lanjut, Adi mengimbau publik tidak kaget akan serangan-serangan kepada SBY. Dia menekankan bahwa beginilah realitas politik Tanah Air.

"Makin sengit dunia persilatan. Inilah realitas politik kita saat ini, saling sindir dan saling menafikan. Mungkin ini tanda-tanda pemilu sudah dekat. Perseteruan politik ini menarik biar rakyat terang benderang melihat siapa yang sebenarnya bekerja dan pencitraan," pungkasnya.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.