Kepuasan Warga Dinilai Jadi Modal HD Maju Lagi di Pilgub Sumsel 2024

Nurcholis Maarif - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 15:26 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru
Foto: dok. Pemprov Sumsel
Jakarta -

Hasil survei Populi Center di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Herman Deru dan Mawardi Yahya (HDMY) relatif tinggi. Rata-rata tingkat kepuasan ini ada pada angka 7,58 dari skala 1-10 dan akumulasi skor 6-10 (positif/puas) sebesar 79,9%.

Survei yang digelar pada 9 hingga 15 Oktober 2021 itu juga menyebut Herman Deru menjadi sosok yang paling populer (96%) bagi warga Sumsel. Selanjutnya ada Syahrial Oesman (73,5%), Dodi Reza Alex Noerdin (70,5%), Mawardi Yahya (58,3%), dan Eddy Santana Putra (55,9%). Adapun popularitas tokoh lainnya berada di bawah 40%.

Pengamat Politik Dr Tarech Rasyid menilai hasil survei yang dilakukan Populi Center terhadap kinerja Herman Deru dan Mawardi Yahya turut menjadi perhatian masyarakat Sumsel. Hal ini tidak terlepas untuk melihat bagaimana kiprah sang pertahana yang dipastikan akan kembali mencalonkan diri kembali pada Pilkada Sumsel 2024.

"Tingkat kepuasan masyarakat Sumsel ini didukung pula oleh sebagian besar masyarakat Sumsel yang puas dengan kinerja pemerintahan Provinsi Sumsel yang dipimpin oleh HDMY," ucap Rektor Universitas IBA Palembang ini dalam keterangan tertulis, Selasa (26/10/2021).

Menurut Tarech, kepuasan sebagian besar masyarakat Sumsel terhadap kinerja pemerintahan Provinsi Sumsel tercermin dari tingkat keberhasilan program yang telah dilaksanakan oleh Pemprov.

"Misalnya, temuan survei bahwa masyarakat Sumsel cukup puas mengenai hasil pembangunan infrastruktur di berbagai kabupaten. Temuan ini sejalan dengan respons masyarakat baik di media mainstream maupun di media sosial. Meskipun, ada juga suara-suara yang berkonotasi miring," tegasnya.

Kendati demikian, kata Tarech, kepuasan publik atas kinerja Pemprov Sumsel di bawah kepemimpinan HDMY itu merupakan modal sosial dan modal kultural yang mereka miliki dalam kompetisi Pilgub Sumsel pada tahun 2024 mendatang.

"Modal sosial dan kultural itu akan membesar bila dalam sisa pemerintahan mereka ke depan dapat meningkatkan rasa puas masyarakat atas kinerja pemerintahan Pemprov, di samping tidak ada hal-hal luar biasa yang dihadapi mereka," terangnya.

Dia menilai, kedua modal tersebut diperkuat pula dengan modal politik, sebagaimana diketahui Herman Deru adalah Ketua Partai Nasdem. Sedangkan Mawardi Yahya adalah mantan Bupati Ogan Ilir yang dikenal sebagai politisi kawakan atau yang telah banyak pengalaman politik di tingkat lokal, juga jaringan politik di level nasional.

Sementara itu, modal ekonomi Herman Deru dan Mawardi Yahya terbilang cukup kuat. Modal ekonomi itu melengkapi modal sosial, modal kultural, modal politik dan modal ekonomi.

"Dari analisis di atas, maka pasangan Herman Deru dan Mawardi adalah pasangan yang tangguh untuk mengungguli lawan-lawan politiknya," tegasnya.

Namun, Tarech menilai jika Mawardi Yahya tak lagi mendampingi Herman Deru dengan alasan telah 'sepuh' atau memberi jalan kepada 'yang lain', maka kekuatan Herman Deru bergeser sedikit tetapi tidak membuat popularitas dan elektabilitasnya 'rontok'.

"Dari tokoh-tokoh yang muncul dalam survei Populi Centre, memang agak sulit untuk mengalahkan popularitas dan elektabilitas Herman Deru sebagai incumbent yang dinilai masyarakat kinerjanya, programnya dan capaiannya positif," ujarnya.

Simak juga 'Kata Gubernur Sumsel soal Alex Noerdin Tersangka Korupsi Masjid Sriwijaya':

[Gambas:Video 20detik]



(ncm/ega)