DPRD Inhil Minta Pemprov Riau Bantu Perbaiki Jembatan Rusak Parit 16

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 14:43 WIB
Pekanbaru -

Jembatan penghubung antarkecamatan di Indragiri Hilir (Inhil), Riau, rusak terendam air. DPRD Inhil meminta Pemprov Riau mau membantu perbaikan jembatan itu.

"Itu memang sudah lama, selama ini APBD kita kecil dan perbaikan itu butuh anggaran besar. Makanya kita minta perhatian DPRD Provinsi dan DPR di pusat," kata anggota Komisi III DPRD Inhil, Edy Sindrang, kepada wartawan, Selasa (26/10/2021).

Edy mengatakan pembangunan jembatan bakal lebih mudah jika dilakukan bersama-sama. Dia juga menyebut banyak laporan warga soal jembatan rusak di Inhil.

"Sudah banyak laporan warga ke saya. Walaupun seperti itu ya pemerintah juga harus punya perhatian. Jembatan itu banyak (rusak). Kalau kita lihat belum standar jembatan itu," kata politikus Golkar tersebut.

Edy mengaku pihaknya sudah mengusulkan perbaikan jembatan rusak itu. Namun, usulan itu belum bisa direalisasikan gara-gara keterbatasan anggaran.

"Kita minta Pemkab prioritaskan ini. Sekarang tidak bisa (diperbaiki) karena APBD sudah berjalan, kemarin ada pembahasan APBD Perubahan, tapi tidak bisa kita masukkan karena singkat. Tetapi insyaallah diprioritaskan pada 2022," kata Edy.

Jembatan rusak itu berada di Parit 16, Desa Pulau Kecil, Reteh, Kabupaten Inhil. Jembatan darurat dari batang kelapa itu kerap terendam air saat kondisi pasang.

Warga pun harus ekstra hati-hati sambil menunggu air surut untuk bisa melintas menuju Kota Tembilahan.

Kepala Desa Pulau Kecil, Muhammat Pawit, mengatakan baru-baru ini ada truk pengangkut ayam yang terperosok ke sungai saat melintasi jembatan tersebut. Dia menyebut ribuan ayam yang diangkut truk itu mati saat peristiwa terjadi, Sabtu (23/10).

"Waktu itu air pasang, sopir buru-buru dan tidak lihat lantai sebelah kiri, ya masuklah. Ayam sama mobilnya masuk sungai," ujarnya.

"Kemarin itu mobil bawa ayam potong ada sekitar 1.000 ekor. Sekitar 3 hari lalu, ayam mati semua dan hanya 2 ekor hidup," sambung Pawit.

Dia mengatakan peristiwa itu menyebabkan kerugian hingga Rp 60 juta. Truk pengangkut ayam kemudian dievakuasi setelah air surut.

"Kerugian sekitar Rp 60 jutaan lah. Tetapi sudah bisa dievakuasi mobilnya setelah air surut, makanya kita ingatkan warga untuk hati-hati dan bersabar kalau mau lewat karena ini bukan kejadian pertama," kata Pawit.

(ras/haf)