Menhub Dorong SDM Transportasi Asah Literasi untuk Tingkatkan Kemampuan

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 13:42 WIB
Kemenhub
Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menghadiri kegiatan bedah buku 'Ekonomi Kelembagaan: Studi Kasus Sektor Transportasi' oleh akademisi Universitas Gadjah Mada, Prof. Wihana Kirana Jaya. Kegiatan ini digelar oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan, Senin (25/10).

Dalam kegiatan tersebut, Budi Karya mengajak para taruna-taruni Perguruan Tinggi Kemenhub dan seluruh SDM Transportasi untuk mengasah literasi mereka dengan meningkatkan minat membaca buku. Menurut Budi, dengan mengasah literasi, maka kemampuannya para SDM Transportasi juga akan ikut meningkat.

Budi mengatakan kegiatan bedah buku merupakan salah satu kegiatan yang perlu dikembangkan oleh sekolah di bawah pengelolaan BPSDM Perhubungan. Menurutnya, hal ini dapat mendorong minat membaca taruna-taruni sehingga meningkatkan kualitas SDM transportasi.

"Saya harap dengan adanya kegiatan ini dapat semakin meningkatkan minat baca para taruna-taruni sekolah perhubungan. Buku ini sangat inspiratif dan memberikan banyak wawasan, yang mengupas studi kasus di sektor transportasi di tengah pandemi COVID-19 dari sudut pandang akademisi maupun aspek teknis," kata Budi dalam keterangan tertulis, Selasa (26/10/2021).

Budi menilai kualitas SDM sektor transportasi harus terus ditingkatkan. Pasalnya, saat ini pemerintah tengah gencar membangun sejumlah infrastruktur transportasi, khususnya perhubungan laut.

"Sebagai negara kepulauan, pembangunan infrastruktur pelabuhan mutlak untuk dilakukan, dalam rangka optimalisasi potensi maritim guna melancarkan konektivitas baik angkutan barang maupun orang," ungkapnya.

Di kesempatan tersebut, Budi juga menyampaikan pemerintah selalu hadir melayani dan menjangkau masyarakat di seluruh Indonesia. Adapun hal ini diwujudkan dengan menyelenggarakan angkutan perintis Tol Laut, pemberian Public Service Obligation (PSO) berupa subsidi di kapal penumpang dan penyelenggaraan angkutan kapal ternak.

"Langkah-langkah tersebut merupakan upaya mewujudkan nawacita Presiden untuk menjangkau daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan (3TP), serta untuk menjamin ketersediaan barang yang telah terbukti mengurangi disparitas harga terutama di wilayah Indonesia Bagian Timur," katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan Antoni Arif Priadi mengatakan berdasarkan hasil survey Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), tercatat tingkat literasi masyarakat Indonesia tergolong rendah.

Pada tahun 2019, minat baca masyarakat Indonesia berada di ranking ke 62 dari 70 negara. Sementara UNESCO menyebutkan minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen.

Oleh karena itu, ia berharap kegiatan bedah buku ini dapat mendorong minat baca di Indonesia. Selain mendorong minat baca, pihaknya juga mendorong para dosen untuk menghasilkan karya buku di bidang transportasi darat, perkeretaapian, laut maupun udara, yang bersaing di kancah nasional maupun internasional dan menjadi referensi dari berbagai pihak.

"Untuk itu saya mengapresiasi dilakukannya kegiatan bedah buku ini. Diharapkan selain dapat meningkatkan literasi, juga dapat menjadi rujukan atau kajian penulisan karya tulis ilmiah bagi para dosen, taruna, maupun mahasiswa pasca sarjana yang sedang mengikuti pendidikan program pasca sarjana di Perguruan Tinggi di bawah pengelolaan BPSDM Perhubungan," tandasnya.

Diketahui, kegiatan bedah buku ini turut dihadiri para jajaran pengelola perguruan tinggi dan para dosen di lingkungan BPSDM Perhubungan, serta para taruna-taruni dan para mahasiswa magister terapan.

(akn/ega)