Menag: Kemenag Milik Semua Agama dan Harus Fasilitasi Semua Agama

Nurcholis Maarif - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 13:18 WIB
Yaqut Cholil Qoumas
Foto: Kemenag
Jakarta -

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) yang saat ini dia pimpin adalah milik semua agama. Hal itu ditegaskan usai pernyataannya tentang 'Kementerian Agama hadiah untuk NU' jadi kontroversi dan dikritik banyak pihak.

Menurut Yaqut, Kemenag didirikan sebagai bentuk kehadiran memfasilitasi kepentingan umat beragama. Indonesia bukan negara agama, bukan pula negara sekuler. Indonesia adalah negara berdasarkan Pancasila yang masyarakatnya sangat menjunjung nilai-nilai agama.

"Maka, kehadiran Kemenag logis, sebagai bentuk fasilitasi negara terhadap umat beragama untuk menjalankan ajaran agamanya," ujarnya dalam keterangannya, Selasa (26/10/2021).

"Kemenag milik semua agama dan harus memfasilitasi semua agama," sambungnya.

Yaqut juga memastikan bahwa Kemenag tidak diperuntukkan hanya untuk satu ormas keagamaan. Buktinya, kata pria yang juga akrab disapa Gus Yaqut, Kemenag memberikan afirmasi kepada semua agama dan ormas keagamaan.

"Semuanya diberikan hak secara proporsional. Agama tidak hanya Islam, ormas juga tidak hanya NU saja," jelas Yaqut.

Diungkapkannya, di Kementerian Agama ada 11 satuan kerja setingkat Eselon I. Ada Ditjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) yang memfasilitasi umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha.

Selain itu, ada juga Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu. Untuk Pejabat Eselon I yang beragama Islam juga merepresentasikan sejumlah ormas, baik NU, Muhammadiyah, termasuk juga profesional.

"Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, itu kader Muhammadiyah. Ada juga Irjen Kemenag dari kalangan profesional," jelasnya.

"Jadi, Kemenag itu memfasilitasi semua agama dan ormas keagamaan," tandasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Menag Yaqut Cholil Qumas sebelumnya sudah buka suara soal pernyataan 'Kemenag hadiah untuk NU'. Ia menyebut pernyataannya itu bersifat motivasi internal.

Yaqut menegaskan pernyataannya tentang 'Kementerian Agama hadiah untuk NU' disampaikan dalam forum internal keluarga besar NU. Tujuannya lebih untuk memotivasi para santri dan pesantren.

"Itu saya sampaikan di forum internal. Intinya, sebatas memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren. Ibarat obrolan pasangan suami-istri, dunia ini milik kita berdua, yang lain cuma ngekos, karena itu disampaikan secara internal," kata Menag di Solo.

"Memberi semangat itu wajar. Itu forum internal. Dan memang saya juga tidak tahu sampai keluar lalu digoreng ke publik. Itu forum internal, konteksnya untuk menyemangati," imbuhnya.

Yaqut juga memastikan Kemenag tidak diperuntukkan hanya buat NU. Buktinya, kata Menag, Kementerian Agama memberikan afirmasi kepada semua agama.

"Semuanya diberikan hak secara proporsional. Ormas juga tidak hanya NU saja," tegas Menag.

(ncm/ega)