DPRD DKI Panggil Dirut TransJakarta dan Dishub Buntut Kecelakaan Maut

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 12:31 WIB
Siapa Influencer Ngaku-ngaku Vaksin Ketiga di DPRD DKI?
Gedung DPRD DKI (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Komisi B DPRD DKI Jakarta besok akan memanggil Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama TransJakarta Welfizon Yuza dan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo. Pemanggilan sebagai buntut kecelakaan maut TransJakarta di Cawang, Jakarta Timur.

"Kita akan panggil Dirut (TransJakarta) dan Dinas Perhubungan, ya, Rabu pagi. Klarifikasi masalah ini," kata Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz saat dimintai konfirmasi, Selasa (26/10/2021).

Aziz menuturkan Komisi B telah berkomunikasi melalui pesan singkat. Namun Komisi B memutuskan tetap mengagendakan pemanggilan terhadap keduanya.

"Kan kalau komunikasi via tulisan ini kan terbatas ya. Karena itu kami akan panggil untuk klarifikasi," ujarnya.

Aziz menuturkan pertemuan akan digelar besok pukul 08.30 WIB di Wisma Pemda DKI. Aziz berharap, melalui pemanggilan besok, pihaknya mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan maut itu.

"Kalau kita sudah tahu letak salahnya di mana, baru kita bisa tahu dan berikan rekomendasi, makanya kami menunggu. Kami nggak langsung rapat, tetapi kami tunda sampai hari Rabu dengan pertimbangan Rabu pagi sudah keluar hasil dari laka lantas," imbuhnya.

Tabrakan maut dua bus TransJakarta terjadi di MT Haryono, Jakarta Timur, kemarin pagi. Dua orang tewas dan 37 lainnya mengalami luka-luka akibat kejadian itu.

Kecelakaan bus TransJakarta ini diduga disebabkan sopir mengantuk. Polisi juga menyelidiki kecelakaan maut yang melibatkan dua bus TransJakarta di daerah MT Haryono, Jakarta Timur.

"(Penyebabnya) mengantuk. Jadi dugaannya mengantuk sopirnya," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono saat dihubungi detikcom, Senin (25/10/2021).

Argo mengatakan kecelakaan tersebut terjadi karena sopir yang menabrak diketahui baru keluar untuk bertugas pada pukul 03.00 WIB.

"Informasi dari saksi, karyawan itu baru keluar pool jam 3 dini hari, kemungkinan mengantuk karena tidak ada rem sama sekali. Remnya langsung bruk, menabrak. Jadi nggak berhenti di halte," ujar Argo.

(taa/idn)