Brigadir SL Minta Maaf Viralkan Video Dipukul Kapolres Nunukan

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 11:25 WIB
Nunukan -

Birigadir SL, korban pemukulan Kapolres Nunukan AKBP SA, meminta maaf telah menyebarkan video Kapolres Nunukan menganiaya anak buah hingga viral di media sosial. SL menyesali perbuatannya dan mengaku tidak melaksanakan perintah pimpinan.

"Selamat malam, Komandan, Senior, dan rekan-rekan, terkhusus untuk Bapak Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar. Saya memohon maaf atas video yang beredar di media sosial. Karena pada saat meng-upload video tersebut tidak berpikir dengan jernih," ujar Brigadir SL dalam video yang beredar, Selasa (26/10/2021). Video permohonan maaf tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Kalimantan Utara (Kaltara) Kombes Budi Rachmad.

Brigadir SL mengaku menyesal telah menyebarkan video tersebut. Selain itu, Brigadir SL menyebut dirinya tidak melaksanakan perintah pimpinan dengan baik.

"Dengan kejadian beredarnya video tersebut, saya sangat menyesal. Dan saya membenarkan bahwa tidak melaksanakan perintah pimpinan," katanya.

Lebih lanjut, usai dipukul AKBP SA, Brigadir SL menjelaskan dirinya langsung menghadap SA untuk menyelesaikan masalah. SL kembali menekankan dirinya minta maaf.

"Setelah kejadian tersebut, saya langsung menghadap Bapak Kapolres Nunukan untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan," papar SL.

"Permohonan maaf ini tidak ada unsur paksaan dari siapapun. Sekali lagi komandan, mohon izin saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan yang telah saya lakukan. Demikian komandan, terima kasih," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Brigadir SL juga ikut diproses pelanggaran etik karena diduga sengaja menyebarkan video Kapolres Nunukan menganiaya anak buah hingga viral di media sosial.

"Rekaman video tersebut diviralkan oleh SL yang dipukul Kapolres, dikirim ke grup TIK Polda Kaltara dan grup letting bintara," ujar Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Budi Rachmad dilansir dari Antara, Selasa (26/10).

Saat ini Propam Polda Kaltara tengah memproses dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Brigadir SL.

"Iya diproses berikutnya, secara kode etik," ujar Budi.

Dilanjutkan Budi, SL memang bertugas di TIK Polres Nunukan, di mana dia memiliki akses rekaman CCTV yang menyimpan video detik-detik pemukulan oleh Kapolres Nunukan. Setelah mengamankan video pemukulan, dia lalu menyebarkannya hingga viral.

"Iya pelakunya (penyebar video) SL. Dia bertugas di TIK Polres Nunukan," tuturnya.

Adapun peristiwa Kapolres Nunukan memukul SL terjadi pada Kamis (21/10) lalu. Penganiayaan terjadi karena SL yang bertugas di TIK Polres Nunukan tidak melaksanakan tugas dengan baik, saat gangguan jaringan 'Zoom Meeting'.

Kapolda Kaltara Irjen Bambang Kristiyono telah menerbitkan sprin penggantian Kapolres Nunukan AKBP SA yang diberhentikan dari jabatannya sebagai sanksi berat atas kejadian tersebut.

(drg/nvl)