Cerita Warga Kalteng Operasi Pasang Ring Jantung Tanpa Biaya

Nurcholis Maarif - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 10:37 WIB
Peserta JKN-KIS
Foto: BPJS Kesehatan
Jakarta -

Norsinah (58), warga Jalan Simpang Pramuka Muara Teweh Kalimantan Tengah merasakan manfaat nyata dari program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Ia merasa bersyukur karena sangat terbantu dari berbagai pengobatan yang dijalani.

"Pertama kali menggunakan kartu JKN-KIS pada tahun 2016, saat itu pingsan mendadak dan langsung dibawa ke IGD RSUD Muara Teweh kemudian opname selama 3 hari," ucap Norsinah dalam keterangan tertulis, Selasa (26/10/2021).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ada masalah di bagian jantungnya. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, ia dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin.

"Setelah dirawat 3 hari di RSUD Muara Teweh untuk pemeriksaan lebih lanjut, dirujuk ke RSUD Ulin saat itu juga harus dirawat selama 3 hari rawat inap dan hasilnya ada penyempitan di bagian pembuluh jantung saya yaitu sebesar 75% dan 50%," ungkap Norsinah.

Dari pemeriksaan tersebut, ia tidak menyangka pengobatannya sepenuhnya ditanggung oleh program JKN-KIS karena melihat dari biaya mencapai puluhan juta rupiah.

"Untuk pengobatan setelah dirawat inap di RSUD Ulin Banjarmasin, dilakukan observasi selama 1 bulan dan diperlukan tindakan untuk operasi memasang di 1 ring di bagian jantung saya," ujarnya.

"Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar selama 2 hari saya berada di ruang ICU, kalau tidak salah biayanya sekitar 80-an juta tapi semuanya ditanggung program JKN-KIS dan saya tidak ada keluar biaya sama sekali," imbuhnya.

Terdaftar sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) di kelas II hingga kini ia masih menggunakan layanan JKN-KIS dengan rutin mengonsumsi obat setiap harinya.

"Saya ucapkan banyak terima kasih kepada program JKN-KIS karena sangat membantu dan hingga kini masih menggunakan manfaatnya dengan mengonsumsi obat pengencer darah 1 butir setiap harinya," tuturnya.

Selain pengobatan yang dilaluinya, ia mengatakan suaminya juga pernah menjalani operasi batu ginjal di tahun 2015 dengan menggunakan layanan JKN-KIS.

"Di tahun 2015 suami saya pernah operasi batu ginjal saat itu menggunakan kartu JKN-KIS dan sama sekali juga tidak ada keluar biaya, program JKN-KIS manfaatnya sudah nyata terasa," tutupnya.

(ncm/ega)