Haru Brimob Azani Anak via Telepon dari Hutan di Sela Kejar Teroris MIT

Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 08:12 WIB
Jakarta -

Ipda Rano Aprilianto (33) masih berada di hutan belantara saat anak ketiganya lahir ke dunia. Dia masih dalam tugas Operasi Madago Raya di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Video Ipda Rano harus mengazani putrinya via telepon seluler (ponsel) memantik haru. Video tersebut ramai beredar di media sosial (medsos).

Ipda Rano masih dalam misi mengejar sisa-sisa kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Di tengah misi berbahaya tersebut, dia menyempatkan mengazankan putrinya.

"Halo assalamualaikum. Ini Pipi, Yang," kata Ipda Rano mengawali percakapan dengan istrinya.

"Sudah lahiran ya?" tanya Rano lagi.

Ipda Rano Aprilianto (33) masih dalam tugas Operasi Madago Raya di hutan belantara Sulteng saat anak ketiganya lahir. Menggunakan HP, dia azani putrinya. (Instagram Satbrimob Polda Lampung)(Instagram Satbrimob Polda Lampung)

"Alhamdulillah sudah lahir, Pi. Perempuan," jawab sang istri.

"Pipi azanin ya," kata Rano.

Setelah itu Rano pun melantunkan azan. Tampak di belakangnya ada rekannya yang ada dalam posisi merunduk bersiaga mengamankan lokasi.

Suaranya saat azan terdengar bergetar. Rano tampak sempat menyeka air mata haru bahagianya.

Kabar tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad. Rano tengah menjalani tugas Operasi Satgas Madago Raya tahap 3 dan 4 yakni periode Juli-Desember 2021.

"Anggota ini memang benar Anggota Satuan Brimob Polda Lampung yang saat ini tengah melaksanakan Tugas Operasi Mandago Raya di Sulawesi Tengah," kata Pandra, Senin (25/10/2021).

Ipda Rano Aprilianto (33) masih dalam tugas Operasi Madago Raya di hutan belantara Sulteng saat anak ketiganya lahir. Menggunakan HP, dia azani putrinya. (Instagram Satbrimob Polda Lampung)(Instagram Satbrimob Polda Lampung)

Dia mengatakan selain fisik, setiap personel Polri dibina spiritualnya agar terus melekat nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya. Salah satu nilai yang ditanamkan ialah cinta terhadap keluarga.

"Program pembinaan rohani yang diinisiasi Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno ditindaklanjuti Dansat Brimob Polda Lampung Kombes Wahyu, adalah suatu bentuk pembekalan mental spritual kepada seluruh anggota Polda Lampung, apalagi yang akan berangkat melaksanakan tugas operasi dan meninggalkan keluarga tercinta," jelasnya.



(jbr/idh)