Round-Up

Misteri Juru Bicara Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 06:17 WIB
Jubir Presiden Fadjroel Rachman
Foto: Jubir Jokowi Fadjroel Rachman yang kini jadi Dubes Kazakhstan (Andhika Prasetia/detikcom)

Saran untuk Jokowi

Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah berharap jubir Jokowi bisa diemban Menteri Sekretaris Kabinet (Menseskab) Pramono Anung.

"Menurut saya harus diperkuat ya, jadi malah saya mengharapkan Menseskab merangkap jubir itu. Karena seharusnya, juru bicara itu harus punya akses kepada rapat kabinet," kata Fahri Hamzah di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/10/2021).

Fahri menilai selama ini jubir Jokowi tak memiliki akses untuk mengikuti rapat kabinet. Kerja jubir seperti itu, menurut Fahri Hamzah, tak boleh lagi terjadi.

"Yang saya tahu selama ini jubir-jubirnya nggak ada yang punya akses ke rapat kabinet. Terus dia nyari-nyari berita sendiri di internet, di apa, terus dia baru ngomong, gitu loh. Nggak boleh," ujarnya.

Mencontohkan Amerika Serikat (AS), Fahri menjelaskan jubir presiden setingkat dengan menteri. Oleh sebab itu, jabatan yang memiliki tugas mensosialisasikan program pemerintah itu tak bisa diemban figur yang setengah hati.

Sementara itu, Waketum PPP Arsul Sani bicara soal kapasitas jubir Jokowi kelak, yaitu berkemampuan komunikasi publik yang bagus, punya daya koordinasi tinggi, dan gampang dihubungi. Arsul Sani teringat sejumlah mantan jubir presiden di era sebelumnya. Jubir presiden di era sebelumnya, menurut Arsul, jago berkomunikasi, sehingga program dan pesan presiden dapat tersampaikan dengan baik ke publik.

"Zaman Gus Dur ada almarhum Pak Wimar Witoelar, itu saya kira juga bagus, zaman Pak SBY ada Julian Aldrin Pasha, itu juga bagus. Nah saya berharap Pak Jokowi itu kemudian menunjuk jubir apakah satu atau dua tentu berpulang menurut kebutuhan beliau kira-kira yang sosoknya itu paling tidak seperti Pak Wimar atau Pak Julian Aldrin itulah," ujarnya.

Nama Menseskab Pramono Anung mencuat untuk menjadi jubir Presiden Jokowi. Menurut Arsul, sosok Pramono Anung cukup kapabel, tapi patut diingatkan tugas Menseskab yang diemban sudah cukup berat.


(gbr/maa)