Fauzie Bowo Ragukan Komitmen Konsorsium JMS Garap Subway
Rabu, 19 Apr 2006 16:20 WIB
Jakarta - Komitmen Konsorsium Jakarta Metro System (JMS) yang akan menggarap proyek subway di Jakarta diragukan Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzie Bowo. Pasalnya dari 15 perusahaan, hanya 1 yang memiliki kemampuan finansial."Dalam konsorsium nggak ada yang ahli financing. Cuma satu, Danareksa doang, semuanya kontraktor. Kalau kontraktor mah nanti, kalau sudah ditender baru dia kerja," kata Fauzie.Fauzie mengungkapkan hal itu di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (19/4/2006).Bila mencari investor untuk proyek sebesar subway, imbuh dia, harusnya pemerintah mencari pihak yang benar-benar memiliki finansial kuat. Ini karena dalam proyek pembangunan subway pengembalian modalnya 50 tahun ke depan. Bahkan bank-bank lokal tidak sanggup membiayai proyek subway ini."Mana ada bank-bank biasa yang mau mem-finance proyek ini. Jadi jangan percaya sama angin surga. Kalau duitnya ada di depan mata, baru kita percaya," cetusnya.Soal PT Indonesia Transit Central (ITC) yang masuk dalam konsorsium tersebut, Fauzie meminta PT ITC menyelesaikan proyek monorel terlebih dahulu sebelum menggarap subway. PT ITC merupakan pemegang saham dalam pembangunan monorel."Kasihan kan Pak Sutiyoso dan rakyat Jakarta sudah menunggu-nunggu monorel. Ibaratnya kalau saya punya mobil belum habis saya pakai, tiba-tiba ada mobil lain lewat, saya mau mobil ini. Istilahnya apa? Serakah," tutur Fauzie.15 Perusahaan yang masuk dalam Konsorsium JMS terdiri dari 10 BUMN dan 5 perusahaan swasta. Perusahaan-perusahaan itu adalah PT Adhi Karya, PT Wijaya Karya, PT Utama Karya, PT Pembangunan Perumahan, PT Waskita Karya, PT Indah karya, PT Industri Kereta Api, PT LEN Industri, PT Kereta Api, PT Danareksa Sekuritas, PT Saka Adi Prada, PT Wiratman and Association, PT Bukaka Trans System, PT Indonesia Transit Central, dan PT Global Profex Synergi.15 Perusahaan ini sudah meneken MoU untuk membangun subway sepanjang 15,4 km dengan rute Lebak Bulus-Bundaran HI. Pembangunan subway dimulai tahun 2007 dan akan rampung dalam tempo 3 tahun. Rencananya, subway ini memiliki 30 persen jalur bawah tanah dan 70 persen jalur layang.Dalam pembangunan subway ini, Pemprov DKI tidak dilibatkan dalam konsorsium sehingga Pemrov DKI kecewa dengan kebijakan pemerintah pusat tersebut.
(umi/)











































