Pembagian Rice Box Logo PSI yang Sebabkan Warga Keracunan Tak Koordinasi RW

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 20:01 WIB
ilustrasi wanita sakit perut
Ilustrasi (iStock)
Jakarta -

Sebanyak 35 warga RW 06 Kelurahan Koja, Jakarta Utara, keracunan setelah menyantap nasi kotak berlogo Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ketua RW 06 Suratman mengatakan tidak ada koordinasi saat pembagian nasi kotak berlangsung.

"Ya karena ini merupakan suatu kegiatan partai ya nerimanya begitu aja, cuman memang tidak ada koordinasi. Saya juga sebetulnya nggak tahu, ini juga pak RT nggak tahu," kata Suratman saat ditemui di lokasi, Senin (25/10/2021).

Suratman menuturkan pembagian nasi kotak itu dilakukan oleh rekan dari kader PSI. Suratman menyebut rekan kader PSI itu merupakan teman satu band.

"Jadi berdasarkan teman aja. Saya memberi ni dari pihak sana (PSI) kasih ya sudah. (Rekan yang memberi anggota PSI juga) nggak, dia temen musik aja," tuturnya.

Suratman menyampaikan, warganya yang keracunan berasal dari dua RT, yakni RT 03 dan RT 06. Dia mengatakan baru kali ini warganya mendapat nasi kotak dari PSI.

"Baru kali ini aja, jadi PSI baru kali ini, cuman menurut beliau bukan di sini aja menurut beliau udah seribu yang dibagikan, cuman kebetulan di sini kena musibah, ada dua RT," ujarnya.

Suratman mengatakan dari 35 orang yang keracunan, 24 orang dirawat di Rumah Sakit, sementara sisanya menolak dibawa ke RS. Hingga saat ini, kata Suratman, masih ada lima orang warganya yang dirawat di RS Koja.

"Untuk sementara yang terdaftar di rumah sakit itu 24, tapi masih ada juga yang di luar nggak mau berobat ke rumah sakit dengan alasan PCR apa gitu. Tercatat 35 orang total," ucapnya.

Lebih lanjut Suratman mengatakan pembagian nasi kotak berlangsung Minggu (24/10) sore. Beberapa jam setelah mengkonsumsi nasi kotak tersebut, sejumlah warga kemudian merasa pusing hingga mual.

"Pembagian nasi kotaknya di hari Minggu. Dua tiga jam lah ya baru ada reaksi," imbuhnya.

Simak selengkapnya penjelasan pihak PSI di halaman berikutnya.