Pelajar Tawuran Usai Sekolah Lukai 1 Orang di Jakbar, 8 Pelaku Ditangkap

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 19:08 WIB
Polisi tangkap pelaku tawuran sadis di Kembangan, Jakbar
Polsek Kembangan tangkap 8 pelajar pelaku tawuran. (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap 8 remaja yang terlibat tawuran di wilayah Kembangan Utara, Jakarta Barat. Tawuran ini diketahui dari laporan warga bahwa ada seorang pelajar terkena luka bacok.

Tawuran terjadi pada Senin (4/10) lalu sekitar pukul 14.30 WIB saat jam pulang sekolah. Polisi menangkap 8 pelaku yang berusia 16-19 tahun.

"Jadi dapat laporan dia (korban) di puskesmas dalam keadaan terluka parah kebacok. TKP-nya ini di Jalan Kembangan Utara deket patung sapu itu pecahnya tawuran. Kondisi korban mengalami luka di kepala, di punggung juga di kaki," kata Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Ferdo Elfianto dalam konferensi pers, Senin (25/10/2021).

Dari keenam pelaku tersebut, Ferdo menyebut mereka memiliki peran masing-masing. Pelaku utama, RS alias A (18), adalah yang melakukan pembacokan kepada korban.

"Kemudian ada pelaku yang perannya menabrakkan motor kepada korban, tepatnya melindas kepala. Kalau dilihat korban ada luka di kepala, itu luka akibat pelaku ini," ucap Ferdo.

Sementara itu, 5 pelaku lainnya ditangkap karena membawa senjata tajam.

Manfaatkan PTM untuk Tawuran

Ferdo mengatakan tawuran tersebut bermula dari ajakan di media sosial. Kedua kelompok pelajar tersebut melakukan tawuran untuk adu gengsi.

"Adu gengsi saja. Berawal medsos, saling sahut adu kekuatan. Kemudian momen PTM dimanfaatkan oleh mereka," ujar Ferdo.

"Ini sangat miris mendengar kabar ini. Ini pembelajaran bagi kita mengingat PPKM level 2 sekolah mulai tatap muka, maka pihak kepolisian, khususnya Kembangan, berpesan ke orang tua dan sekolah untuk mengawasi para pelajar dan anak didik agar terhindar dari tawuran. Sehingga tidak ada korban jiwa," sambungnya.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita enam bilah sajam berjenis celurit dan enam unit sepeda motor. Atas perbuatannya, kedelapan pelaku tersebut dijerat Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan terancam maksimal hukuman 10 tahun penjara, serta UU Darurat.

(ain/mea)