Kasus Pos Jaga Perusahaan di Muba Sumsel Dibakar, 3 Orang Ditangkap!

Antara - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 17:57 WIB
Polda Sumsel menetapkan 3 orang tersangka dalam kasus pembakaran pos timbangan perusahaan pemilik konsesi hutan produksi di Musi Banyuasin, Senin (25/10) (ANTARA/M Riezko Bima Elko)
Polda Sumsel menetapkan 3 orang tersangka dalam kasus pembakaran pos timbangan perusahaan pemilik konsesi hutan produksi di Musi Banyuasin, Senin (25/10). (ANTARA/M Riezko Bima Elko)
Jakarta -

Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menetapkan 3 orang sebagai tersangka dalam kasus pembakaran pos timbangan perusahaan pemilik konsesi hutan produksi di Distrik Selaro, Desa Pangkalan Bayat, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Ketiga tersangka berinisial J, T, dan I diketahui merupakan warga setempat yang nekat membakar pos pada Selasa (19/10/2021) lantaran tidak terima polisi menutup sumur minyak masyarakat di kawasan tersebut.

"Tiga tersangka ini yang berperan secara signifikan dalam pembakaran. Motif mereka berangkat dari penegakan hukum menutup sumur minyak ilegal di kawasan tersebut," kata Kapolda Sumsel Irjen Toni Harmanto seperti dilansir Antara, Senin (25/10).

Dia mengatakan Polda Sumsel telah berulangkali melakukan sosialisasi terkait karena akibat dari aktivitas pengeboran sumur minyak yang dilakukan masyarakat tersebut sehingga sampai harus ditutup.

Polisi Cari Provokator

Namun penutupan tersebut ternyata ditolak oknum masyarakat sehingga terjadi pembakaran pos.

"Sudah sosialisasi namun mereka malah mengamuk dengan membakar pos dengan demikian kasus ini masih akan kami dalami lagi mencari siapa dalang yang memprovokasi masyarakat," ujarnya.

Peristiwa Pembakaran Pos Timbang

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumsel Kombes Hisar Siallagan mengatakan para tersangka berkeinginan kembali masuk ke kawasan sumur minyak yang sudah ditutup tersebut.

Namun mereka melihat petugas keamanan didampingi personel TNI-Polri berjaga di pos timbang. Tersangka lalu marah dan tak terima atas pengetatan penjagaan setelah penutupan sumur minyak itu.

Lalu tersangka yang marah menghubungi beberapa orang lain lagi hingga terkumpul lebih dari 100 orang. Sekitar pukul 21.45 WIB rombongan massa tersebut menerobos masuk ke kawasan konsesi lalu melakukan pembakaran.

"Diperkirakan ada 100 orang yang dipanggil tersangka, terbukti dari rekaman WhatsApp di HP mereka. Lalu tugasnya ada yang membungkus minyak, menyiram bahan bakar, ada yang membakar," kata dia.

Saat kejadian ada enam orang personel BKO dan tiga petugas keamanan perusahaan mereka aman dan dari peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.

Akibat perbuatannya, mereka dikenai Pasal 187 KUHP tentang pelaku yang sengaja (dolus) menimbulkan kebakaran, ledakan, sehingga menimbulkan bahaya umum atau nyawa orang lain dengan ancaman hukuman pidana penjara 12 tahun.

(jbr/idh)