Kapolres Lutra-5 Anggota Disanksi Etik Buntut Polisi Tembak Buron 5 Kali

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 16:32 WIB
Mapolda Sulsel (Hermawan/detikcom).
Mapolda Sulsel (Hermawan/detikcom)
Luwu Utara -

Propam Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) memberikan sanksi etik kepada Kapolres Luwu Utara (Lutra) AKBP Irwan Sunuddin dan 5 anggotanya akibat polisi menembak buron berinisial IL (30) sebanyak 5 kali.

"Enam orang terperiksa (termasuk Kapolres Lutra AKBP Irwan Sunuddin)," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan kepada detikcom, Senin (30/10/2021).

Selain AKBP Irwan Sunuddin dan Kasat Reskrim Lutra AKP Amri, 4 orang yang menjadi terperiksa hingga kena sanksi kode etik adalah Kasi Propam Polres Lutra Ipda Dwinanto. Selanjutnya ada Aipda Sadar Syamsuri, Briptu Ashari, hingga Briptu Adrian.

"Terhadap mereka ini dikenakan tindakan kode etik," ungkap Zulpan.

Menurut Zulpan, keenam orang tersebut telah melanggar Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik.

"Di situ ada pasal-pasalnya (yang dilanggar), ada Pasal 7 ayat 1, ayat 2, ayat 3, Pasal 15 huruf C Pasal 13 ayat 3 huruf C," katanya.

Zulpan mengatakan enam orang terperiksa yang kemudian disebut melanggar kode etik itu menunggu proses persidangan Propam Polda Sulsel.

"Sudah diperiksa. Berkasnya tunggu lengkap dulu," kata Zulpan.

Setelah melengkapi berkas hingga lanjut ke proses persidangan, keenam orang tersebut akan dijatuhi sanksi kode etik.

"Sisa tunggu sidang dulu, sidang kode etik. Nanti sidang itu menghasilkan putusan," kata dia.

Zulpan mengatakan putusan sanksi paling berat dalam sidang kode etik adalah sanksi pemecatan.

"Sanksi kode etik cukup berat, bisa sampai ke pemecatan. Paling ringan penundaan kenaikan pangkat, penundaan sekolah," pungkas dia.

(hmw/nvl)