Dorong Warga Vaksinasi, Luhut: Yang Meninggal Sekarang Lansia dan Komorbid

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 16:02 WIB
Personel kepolisian menuntun nenek bernama Tarmi usai melakukan penyuntikan di rumahnya Kelurahan Kalinyamat Wetan, Tegal, Jawa Tengah, Kamis (21/10/2021). Tarmi merupakan lansia tertua dengan usia 102 tahun yang mengikuti vaksinasi COVID-19 di Kota Tegal. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/foc.
Tarmi, lansia berusia 102 tahun di Tegal, mengikuti vaksinasi COVID-19. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mendorong akselerasi vaksinasi tetap dilakukan. Terutama, sambung Luhut, bagi kaum lansia, komorbid (berpenyakit penyerta), dan belum divaksinasi sama sekali.

"Akselerasi vaksinasi masih terus dilakukan terutama untuk lansia, dan lansia ini penting," ungkap Luhut dalam konferensi pers di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (25/10/2021).

"Saya mohon, karena yang meninggal sekarang rata-rata yang lansia dan komorbid dan yang belum divaksin," imbuh Luhut.

Luhut mengingatkan vaksinasi berpengaruh untuk menurunkan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). "Jika mau menurunkan level PPKM di lebih banyak kota dan kabupaten di wilayah Jawa dan Bali, tentunya akan memberikan tambahan kota dan kabupaten yang akan memenuhi persyaratan level 2 dan level 1 jika kondisi ini terus dijaga," lanjut Luhut.

Meski demikian, penurunan level PPKM di kabupaten dan kota di Tanah Air berimbas naiknya mobilitas warga. Luhut menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pengawasan protokol kesehatan (prokes) yang mulai terlihat lemah.

"Penurunan level di beberapa kabupaten/kota di Jawa dan Bali memberikan dampak terhadap indeks mobilitas di atas baseline," tutur Luhut.

"Terkait hal ini, Presiden mengingatkan bahwa mulai banyak kelemahan pengawasan di lapangan dan harus segera kembali dijaga dan dipertegas pengawasannya," pungkas dia.

(aud/tor)