Polri Ungkap Peran Pendana Pinjol Ilegal Bikin Ibu di Wonogiri Bunuh Diri

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 15:59 WIB
Jumpa pers pinjol ilegal yang bikin ibu di Wonogiri bunuh diri (Foto: Wilda/detikcom)
Jumpa pers pinjol ilegal yang bikin ibu di Wonogiri bunuh diri. (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menangkap pendana Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Solusi Andalan Bersama (SAB) berinisial JS yang mengelola pinjaman online (pinjol) ilegal dengan meneror ibu di Wonogiri hingga bunuh diri. Apa peran JS?

"Saudara JS ini peran untuk mencari merekrut, memfasilitasi warga negara asing untuk bisa ke Indonesia dan juga mengurus dokumen-dokumen yang diperlukan untuk proses administrasi, baik itu di pembukaan atau tanda daftar perusahaan sampai dengan pembukaan di payment gateway," kata Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Helmy Santika dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Senin (25/10/2021).

Helmy menerangkan dua tersangka lainnya, yakni DN dan SR, bertindak memerankan peran masing-masing. Kata Helmy, mereka berperan menjadi direktur ataupun pembantu lainnya.

"Tersangka yang lainnya dua tersangka yang lainnya ini adalah yang digunakan sebagai direktur maupun pembantu pembantu lainnya," ungkap Helmy.

Polisi mengamankan beberapa barang bukti dari hasil pengungkapan kasus ini, antara lain akta pendirian, kartu ATM, dan kartu NPWP.

"Dari pengembangan atau dari penindakan ini, jajaran Dirtipideksus berhasil mengamankan barang bukti sejumlah, banyak ya berupa dokumen ini ada akta pendirian, KSP Solusi Andalan bersama kemudian dokumen-dokumen pendirian KSP yang lainnya kemudian perjanjian kerjasama dengan payment gateway," kata Helmy.

"Jadi satu payment gateway bisa melakukan perjanjian kerja sama dengan beberapa pinjol kurang-lebih seperti itu, kemudian handphone, kemudian beberapa kartu ATM buku tabungan kemudian juga kartu NPWP," sambungnya.

Helmy mengungkap tersangka JS juga ternyata membuat 95 KSP lainnya terkait pinjol ilegal ini. Namun, kata Helmy, semua KSP yang dibuat JS itu ternyata fiktif.

"Dari hasil pendalaman, ternyata selain satu KSP satu Koperasi Solusi Andalan Bersama yang dibuat oleh tersangka JS, bukan, ada sejumlah 95 KSP-KSP lain yang dibuat oleh tersangka JS dan ini semuanya fiktif, ini nanti kita akan koordinasikan dengan kementerian terkait untuk proses perizinannya namun informasinya ini adalah fiktif," kata Helmy.

Diketahui, ibu di Wonogiri, Jawa Tengah, gantung diri diduga karena diteror pinjaman online (pinjol) ilegal, salah satunya Fulus Mujur. Polisi menangkap bos pinjol ilegal itu dan menyita duit Rp 20 miliar.

Pinjol ilegal itu diduga dikelola KSP SAB. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri kemudian telah menangkap Ketua KSP Solusi Andalan Bersama, MDA.

"Telah dilakukan penangkapan dan penahanan terhadap Saudari JS (pendana), MDA (Ketua KSP Solusi Andalan Bersama), dan SR," Helmy Santika saat dimintai konfirmasi, Sabtu (23/10).

Helmy mengatakan pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti dari MDA. Salah satu yang disita adalah dua rekening bank yang berisi duit Rp 20,4 miliar dan Rp 11 juta.

"Dari Saudari MDA disita akta pendirian KSP Solusi Andalan Bersama, perjanjian kerja sama dengan payment gateway, handphone, uang senilai Rp 20,4 miliar pada rekening bank," tuturnya.

"Uang senilai Rp 11 juta pada rekening bank (lain)," ucapnya.

Helmy juga menjelaskan awal mula pihaknya membongkar KSP Solusi Andalan Bersama. Polisi menyebut ada salah satu korban pinjol ilegal dari KSP Solusi Andalan Bersama mendapat SMS berisi link 'Pinjaman Nasional'.

"Berawal pada Juli 2021, korban menerima informasi pesan SMS di HP milik korban berupa link aplikasi 'PINJAMAN NASIONAL'," kata Helmy.

(whn/mae)