Lia Eden: Saya Tidak Beragama Tapi Percaya Tuhan

Lia Eden: Saya Tidak Beragama Tapi Percaya Tuhan

- detikNews
Rabu, 19 Apr 2006 14:55 WIB
Jakarta - Pemimpin komunitas Eden yang kontroversial, Lia Aminuddin, mengaku tidak beragama, tapi dia percaya adanya Tuhan. Lia menyampaikan sikapnya di depan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).Saat itu hakim menanyakan bagaimana kondisinya. Dengan lantang Lia mengaku kondisinya baik-baik saja. Dia langsung melanjutkan pernyataannya soal tidak beragama tadi."Saya tidak beragama, tapi saya percaya Tuhan Yang Maha Esa," kata wanita yang mengaku malaikat Jibril itu di PN Jakpus, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Rabu (19/4/2006).Dalam sidang tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) yang dipimpin Arif Basuki membacakan dakwaan terhadap Lia.Lia didakwa telah melakukan 3 perbuatan yang melanggar hukum, yaitu penodaan agama pasal 156 a KUHP juncto 55 ayat 1 KUHP, melanggar ketertiban umum pasal 157 ayat 1 juncto 55 ayat 1 KUHP, dan perbuatan tidak menyenangkan pasal 335 ayat 1 KUHP juncto 65 ayat 1 KUHP.Menurut kuasa hukum Lia, Saur Siagian, pihaknya akan menyampaikan keberatan karena klien mereka hanya menjalankan keyakinannya atau amanah.Saur juga mengatakan, dakwaan terhadap Lia tidak jelas dan tidak kuat. Lia pun tidak tinggal diam setelah mendengar dakwaan JPU. Dengan lantang dan tanpa berbelit-belit, Lia mengatakan, "Saya menolak sidang ini."Pihak kuasa hukum Lia lalu meminta waktu 2 minggu untuk menyampaikan eksepsi atau keberatan. Namun majelis hakim hanya memberikan waktu sampai Rabu 26 April. Sidang kedua akan dilaksanakan pada saat itu dengan agenda penyempaian keberatan atau eksepsi tersebut.Sidang Lia berlangsung sekitar dua jam hingga pukul 14.00 WIB. Usai sidang, Lia langsung dikawal petugas dari pengamanan PN Jakpus menuju mobil tahanan kejaksaan. Ketika digiring menuju mobil tahanan, Lia tampak ketakutan melihat banyaknya massa yang berdesak-desakkan di dekatnya.Namun petugas tidak memberi kesempatan kepada wartawan untuk menanyai Lia. Dikawal salah satu pengikutnya, Sadli, Lia berusaha menyeruak kerumunan massa. Begitu masuk ke mobil tahanan, mobil tersebut langsung melaju kencang.Setelah Lia pergi, pengikutnya yang mencapai 50-an orang langsung membubarkan diri dengan kendaraan pribadi mereka (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads