Hasto Buka Beasiswa Perbandingan Kepemimpinan SBY dan Jokowi

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 14:41 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto
Hasto Kristiyanto (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Hasto Kristiyanto membuka pendaftaran beasiswa untuk masyarakat secara luas. Beasiswa yang diinisiasi Hasto itu ditujukan untuk kajian perbandingan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Beasiswa yang dikeluarkan Hasto tersebut dalam kapasitas sebagai pribadi. Hasto mengaku terkejut akan banyaknya mahasiswa yang melamar untuk mendapatkan beasiswa secara khusus melakukan kajian membandingkan kepemimpinan Presiden Jokowi dan SBY.

"Peminatnya sangat banyak, mencapai 53 orang. Sebagian besar mengambil program S2 dan S3 dan berasal dari kalangan perguruan tinggi ternama. Ada dari Universitas Indonesia, UGM, Universitas Airlangga, UIN Banda Aceh, hingga dari Oslo University, Manila University, Universiti Sains Malaysia. Kajian penelitian antara lain mencakup ilmu pemerintahan, politik, kebijakan publik, kepemimpinan, psikologi, manajemen, kelembagaan organisasi pemerintahan dll," kaya Hasto dalam keterangannya, Senin (25/10/2021).

Hasto menjelaskan keseluruhan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Hasil penelitian perbandingan kepemimpinan SBY dan Jokowi tersebut, menurut Hasto, untuk menilai kepemimpinan presiden dari berbagai sektor.

"Dalam kaitannya dengan kepemimpinan nasional, hasil penelitian itu nantinya sangat penting sebagai bagian pendidikan politik bangsa tentang proses menjadi pemimpin, kapasitas pemimpin, prestasi pemimpin, tanggung jawab dan bagaimana legasi seorang presiden diambil. Apakah kepemimpinan seorang presiden benar-benar untuk bangsa dan negara atau hanya untuk kepentingan popularitas semata," ujarnya.

Selain itu, bagi Hasto, berbagai kajian terkait kualitas pemilu selama kepemimpinan seorang presiden penting, misalnya mengapa dalam era demokrasi dengan kompetisi yang sangat ketat, pada 2009 ada parpol yang mencapai kenaikan perolehan suara 300%.

Penelitian seperti itu, bagi Hasto, cukup menarik. Apakah hasil Pemilu 2009 tersebut sebagai hasil kerja organisasi atau campur tangan kekuasaan.

"Penelitian tentang kualitas pemilu sangat penting, mengingat saat ini sedang dibahas tahapan Pemilu. Bagi PDI Perjuangan upaya peningkatan kualitas Pemilu menjadi tema kajian akademis yang sangat menarik karena obyektif dan bisa metodologinya bisa dipertanggungjawabkan secara akademis," imbunya.

Lihat juga video 'PDIP Sebut Pemilu 2009 Penuh Kecurangan, PD Singgung Harun Masiku':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/tor)