Aborsi-Buang Bayi hingga Tewas, Sepasang Mahasiswa di Sulsel Ditangkap

Ibnu Munsir - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 13:35 WIB
Polrestabes Makassar menangkap pasangan mahasiswa yang melakukan aksi aborsi dan membuang bayi hingga tewas (Ibnu Munsir/detikcom)
Polrestabes Makassar menangkap pasangan mahasiswa yang melakukan aksi aborsi dan membuang bayi hingga tewas. (Ibnu Munsir/detikcom)
Makassar -

Sepasang mahasiswa, YO dan AS, hanya bisa tertunduk malu dan menyesal di Polrestabes Makassar. Ia ditangkap usai melakukan aksi aborsi dan membuang bayi hingga meninggal dunia.

"Belum ada persetujuan (orang tua) melakukan pernikahan, sehingga dia sepakat melakukan pengguguran atau aborsi," kata Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKP Jufri Natsir, di halaman Polres, Jalan Ahmad Yani, Senin (25/10/2021).

Peristiwa ini terjadi pada 18 Oktober 2021 saat seorang warga melaporkan adanya temuan bayi di dalam karung di wilayah Biringkanaya, Kota Makassar. Polisi dibantu Dokpol dan Inafis melakukan penyelidikan dan berhasil mengungkap serta menangkap pelaku.

"Setelah dilakukan olah TKP, ternyata di dalam karung itu bayi, kemudian polisi membuat laporan polisi melakukan penyelidikan alhamdulillah kemarin anggota mendeteksi pelakunya di Pinrang," jelasnya.

"Bahwa perempuan melakukan aborsi hamil 8 bulan, Saudara YO status mahasiswa laki-laki, AS sama-sama mahasiswa, terkait itu karena bersangkutan melakukan aborsi belum melakukan pernikahan," tambahnya.

Polrestabes Makassar menangkap pasangan mahasiswa yang melakukan aksi aborsi dan membuang bayi hingga tewas (Ibnu Munsir/detikcom)Polisi juga menangkap pihak yang membantu aborsi yang dilakukan pasangan mahasiswa ini. (Ibnu Munsir/detikcom)

Selain mengamankan kedua pelaku, polisi mengamankan kedua rekan pelaku yang diduga ikut membantu pelaku.

"SG dan SR membantu mengaku sebagai apoteker, membantu melakukan aborsi, jadi pada saat selesai melakukan aborsi, anak ini sempat keluar dibawa ke rumah sakit, puskesmas namun pada sampai di sana bayi tak tertolong lagi dan meninggal, dia mengambil (bayi) pelaku tersebut mengambil dan membuang ke TKP tadi (telkomas)," terangnya

Kini keempat pelaku masih menjalani pemeriksaan di Satuan Reskrim Polrestabes Makassar guna pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

"Pasal yang dilanggar Pasal 75 ayat 1 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman 10 tahun," tegasnya.

(jbr/jbr)