detik's Advocate

Saya Tertipu Investasi Kripto Palsu, Ke Mana Harus Mengadu?

Andi Saputra - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 08:10 WIB
Ilustrasi Kripto
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Investasi di era digital muncul bak jamur di musim hujan, salah satunya kripto. Namun alih-alih mendapatkan keuntungan, malah muncul penipuan yang mengatasnamakan kripto. Lalu bagaimana yang harus dilakukan masyarakat bila terjebak investasi itu?

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate yang dikirim ke email: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com Berikut pertanyaan lengkapnya:

Dengan hormat,

Tim Pengasuh detik's Advocate
Saya bertransaksi kripto di bursa inisial UP (palsu).
Aplikasi didownload melalui aplikasi TestFlight, untuk mendownload aplikasi beta version, yang ternyata kemudian saya dengar banyak dipakai untuk kejahatan cyber & financial. Jadi aplikasi tersebut tidak ada di Google Play Store & Apps Store. Logo yang digunakan sama, tetapi warnanya berbeda.

Logo corporate dari UP yang benar adalah putih biru, sedangkan logo yang dipakai pada aplikasi ini adalah hitam putih (logo terlampir, untuk dibandingkan). Interface dari aplikasi UP resmi dan Upbit palsu ini berbeda. Aplikasi UP resmi jelas dan transparan dalam history trading, pajak yang dikenakan, transaction fee yang dikenakan, tidak seperti UP palsu.

Saya baru menyadari ini, setelah saya saya mengalami kesulitan dalam pencairan assets. Saat hendak mencairkan assets, saya diminta untuk membayar pajak sebesar 22 persen (besar sekali!). Dan pembayaran pajak tersebut tidak bisa langsung dipotong dari assets, namun harus dibayarkan secara terpisah (tambahan biaya). Setelah pembayaran pajak dilakukan, baru bisa meminta untuk pencairan assets.

Dear user:

According to the latest regulations of the Korean National Taxation Agency's tax law: For cryptocurrency transactions with an annual income of 2.5 million won or more, a 22% capital gains tax is required. You need to pay the taxable amount 25005.735USDT. Please contact customer service to pay the tax within three working days. If the tax payment is not completed within the specified time, your account funds will be frozen. Taxes are not included in the balance, and the remaining funds can be withdrawn after the payment is completed.

Setelah pajak dibayar dan mengajukan permintaan untuk pencairan, kemudian mendapat jawaban sepert ini. Sungguh aneh!

Dear user:

Halo, aplikasi penarikan Anda ditolak oleh node blockchain Karena Kelompok Kerja Anti Pencucian Uang Keuangan Internasional meninjau pelanggan bursa, bursa meninjau catatan transaksi mata uang Anda. Ada situasi yang tidak normal di akun trading Anda, diduga membantu atau melakukan pencucian sendiri, dan dana akun Anda telah dibekukan untuk sementara! Anda harus membayar 15% dari aset akun sebagai deposit dalam waktu 3 hari kerja untuk memverifikasi keamanan pembayaran akun Anda. Setelah selesai, dana verifikasi yang Anda injeksikan akan disuntikkan ke akun pribadi Anda dalam bentuk USDT. Setelah verifikasi berhasil, silakan hubungi layanan pelanggan online untuk mengajukan penarikan.

Dari sini lah menjadi curiga, apakah benar praktik seperti ini. Dan baru saya kemudian menemukan aplikasi UP resmi (UPGlobal), yang banyak perbedaannya dengan aplikasi UP yang saya pakai ini.

Saya juga khawatir apabila misalnya pun 15 persen deposit dibayar, apakah benar kemudian proses withdrawal berjalan lancar. Karena mereka tidak terbuka tentang regulasi pajak dan pencairan.

Email yang digunakan oleh customer service pun sangat mencurigakan, karena email corporate menggunakan yahoo, yaitu xxx@yahoo.com.

Setiap injeksi (penambahan assets), dilakukan ke rekening yang berbeda, bukan rekening UP. Apakah memang desentralisasi seperti ini praktiknya?

Hello, please wait a moment. The node is applying for encrypted account. Don't leave the customer service dialog (catatan: ini adalah chat online dengan customer service di aplikasi). Otherwise, you will not be able to send messages. Assets saya "nyangkut" di bursa UP palsu ini.

Ke manakah saya harus mengadu? Ini adalah penipuan berskala internasional. Apakah masih memungkinkan saya dapat menarik assets saya?

Mohon advokasinya.

Terlampir:

1. Icon aplikasi UP palsu
2. Icon aplikasi UP resmi
3. Icon aplikasi TestFlight untuk mendownload beta version dari UP palsu

Saya ucapkan terima kasih sebelumnya.

Identitas saya agar tidak dibuka di publik.

Jawaban:

Cryptocurrency (mata uang kripto) adalah istilah yang merujuk pada sebuah sistem yang menggunakan teknologi kriptografi untuk melakukan proses pengiriman data secara aman dan memproses pertukaran mata uang digital secara tersebar. Secara singkat, Cryptocurrency adalah sistem mata uang virtual yang berfungsi seperti mata uang standar yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pembayaran secara virtual atas transaksi bisnis yang terjadi.

Secara yuridis, praktek investasi fiktif merupakan pelanggaran terhadap beberapa peraturan perundang-undangan terkait, meliputi Undang-Undang ITE, Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, KUHPerdata khususnya Pasal 1313, Pasal 1320, dan Pasal 1338; KUHPidana khususnya Pasal 378 tentang Penipuan,dan Pasal 372 tentang Penggelapan; terakhir adalah pelanggaran terhadap Undang-Undang tentang Penanaman Modal, khususnya Pasal 1 point 4; Pasal 3 ayat (1) huruf a tentang kepastian hukum; Pasal 14 huruf a tentang kepastian hak, hukum, dan perlindungan.

Dengan maraknya kegiatan investasi fiktif, upaya penegakan hukum bukan satu asatunya upaya yang dapat diharapkan memberantas investasi fiktif tersebut, melainkan upaya yang bersifat preventif seperti dalam rangka peningkatan kesadaran hukum masyarakat, upaya edukasi (pendidikan) baik melalui pelatihan, penyuluhan maupun sosialisasi merupakan bagian penting yang harus diwujudkan.

Nasabah korban penipuan investasi telah banyak menderita kerugian finansial, sehingga pemahaman terhadap kegiatan investasi oleh masyarakat menjadi penting sekali. Ada beberapa cara agar terhindar dari penipuan investasi, antara lain:

1. Mencari informasi berkaitan dengan tawaran investasi dari berbagai sumber, melalui teman atau profesional yang selama ini sudah mengetahui tawaran tersebut, sehingga dari informasi yang sebanyak-banyaknya itu dilakukan sebelum keputusan diambil;
2. Ajukan pertanyaan-pernyataan dan dapatkan jawaban secara tertulis seperti tentang track record selama ini;
3. Ajukan pertanyaan-pertanyaan dan dapatkan jawaban secara tertulis seperti tentang track record selama ini;
4. Belajar menjadi pemikir kritis sehingga sebagian besar bujuk rayu penipu investasi tidak dihiraukan;
5. Jika penawaran investasi tersebut memberikan janji-janji muluk akan imbal hasil tinggi di atas rata-rata pasar dalam jangka waktu relatif singkat, kemungkinan besar penawaran tersebut hanyalah janji-janji belaka.

Pengaturan berinvestasi di Internet tercantum pada Pasal 9 dan Pasal 10 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Aspek pencegahan dan penindakan terhadap praktek penipuan berkedok investasi atau yang kerap dikenal dengan investasi illegal (fiktif) memerlukan peran serta dan sinergitas dari setiap stakeholder yang terlibat di dalamnya. Hal ini tentu saja bertujuan melindungi kepentingan masyarakat dari dampak investasi illegal yang merugikan, memulihkan kepercayaan publik, dan menciptakan keadilan serta kepastian hukum dalam berinvestasi.

Untuk tahap awal, Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal, Badan Konsultasi Penanaman Modal (BKPM), menekankan pentingnya pencegahan sebagai bentuk perlindungan Negaraterhadap masyarakat dari pelaku investasi illegal. Deputi mengingatkan dampak investasi illegal yang akan sangat dirasakan oleh masyarakat. Untuk itu, BKPM oleh Permendag No.96/M-DAG/PER/12/2014 juncto No.10/M-DAG/PER/11/ 2015 telah memiliki kewenangan tentang penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan Langsung (SIUPL).

Informasi selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak juga 'Tengah Malam Dapat Spam Penawaran Kartu Kredit Dll, Bisakah Dipidanakan?':

[Gambas:Video 20detik]